Gubernur Yulius Tutup Festival Literasi Sulawesi Utara 2026, 3.400 Peserta Terlibat Tiga Hari

Penulis: Alfin Murtado  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 05:16:31 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Yulius menutup Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.

MANADO — Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 menjadi agenda besar Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) yang diketuai Standius Bara Prima. Tahun ini kegiatan mengusung tema "Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi Untuk Masa Depan Peradaban".

Peserta yang terlibat mencakup pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, komunitas taman baca, penulis lokal, budayawan, seniman, hingga pelaku UMKM. Kehadiran berbagai unsur itu dinilai Gubernur Yulius sebagai bukti literasi bisa tumbuh lewat kolaborasi lintas sektor.

Gubernur: Literasi Tidak Berdiri Sendiri

Yulius menyampaikan apresiasi kepada PPLSU yang menggagas dan menyelenggarakan festival selama tiga hari tersebut. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak membuat literasi lebih nyata dan menyentuh sektor lain.

"Saya bangga dilaksanakan tiga hari bukan hanya literasi semata, tapi bisa menggandeng UMKM termasuk budayawan, seniman, dan literasi itu tidak berdiri sendiri. Ada komponen lainnya yang saling mendukung, saling menguatkan dan itu saling melengkapi. Saya melihat hari ini diselenggarakan di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara itu tampak saling mendukung, saling menguatkan sehingga literasi itu semakin nyata," ucap Gubernur Yulius.

Ia menegaskan literasi punya makna lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Kebiasaan membaca, menulis, menganalisis persoalan, mencari solusi, sampai melahirkan karya disebutnya sebagai bagian penting dari budaya literasi.

"Literasi itu berangkat dari kebiasaan seseorang untuk mau menulis, mau membaca, mau menganalisa dan memberikan solusi dan melahirkan karya sehingga bisa dibawa di semua zaman. Saya harap anak-anak muda kita mau melakukan itu, jangan sampai pupus dan hilang karena perkembangan zaman," ucap Gubernur Yulius.

Harapan agar Gerakan Literasi Menjangkau Kabupaten dan Kota

Gubernur berharap Festival Literasi Sulawesi Utara tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Ia ingin festival ini melahirkan gerakan literasi berkelanjutan yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

"Kami Pemerintah Provinsi mengucapkan terima kasih kepada PPLSU yang sudah peduli meningkatkan literasi dan saya harap kabupaten kota melihat contoh dari Provinsi," ucapnya.

Musisi hingga Teater Maria Walanda Maramis Meriahkan Penutupan

Rangkaian penutupan memberi ruang bagi seni dan industri kreatif. Musisi Endah N Rhesa, Adhitia Sofyan, dan Coco Lense tampil menghibur peserta dan masyarakat yang hadir.

Acara juga diisi stand-up comedy dari komika Iyai Arbie. Theater Isbima menampilkan cerita tentang perjuangan pahlawan perempuan Sulawesi Utara, Maria Walanda Maramis, sementara Sanggar Edelweis Manado membawakan tarian Indonesia Menari.

Usai acara penutupan, Gubernur Yulius bersama jajaran mengunjungi pameran lukisan yang menjadi bagian dari rangkaian festival. Pameran itu menampilkan karya sejumlah seniman lokal Sulawesi Utara sebagai ruang ekspresi sekaligus apresiasi terhadap karya seni daerah.

Wagub hingga Ketua DPRD Boltim Turut Hadir

Turut hadir mendampingi Gubernur pada penutupan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Viktor Mailangkay, Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Tim Ahli Gubernur Sulawesi Utara, serta Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Samsudin Dama.

Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 diharapkan memperkuat ekosistem literasi lewat kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Kegiatan itu juga membuka ruang bagi generasi muda, seniman, budayawan, penulis lokal, dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan karya serta mengembangkan kreativitas di Sulawesi Utara.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top