Pencarian

Manchester United Women Terpuruk di Dasar WSL, Eva Olid Tetap Percaya Diri

Jumat, 18 September 2026 • 15:32:31 WIB
Manchester United Women Terpuruk di Dasar WSL, Eva Olid Tetap Percaya Diri

SULAWESI UTARA — Manchester United women menelan dua kekalahan beruntun di awal Women's Super League, termasuk dibantai Chelsea 5-0 pekan lalu. Pelatih kepala Eva Olid menegaskan start buruk tak akan menentukan arah timnya musim ini.

Dua laga pertama Women's Super League musim ini berbuah pahit bagi Manchester United women. Setelah kalah 2-1 di markas London City Lionesses pada pekan pembuka, mereka dihancurkan Chelsea dengan skor 5-0 di Old Trafford pekan lalu. Hasil itu menempatkan United di dasar klasemen WSL tanpa satu pun poin.

Kekalahan telak dari Chelsea menjadi pukulan tersendiri bagi Eva Olid, yang baru bergabung pada Agustus lalu. Manajer asal Spanyol itu sebelumnya menangani Hearts dan kini menghadapi tekanan besar di awal kariernya bersama United.

Kekalahan 5-0 dari Chelsea Jadi Titik Terendah Awal Musim

Lima gol tanpa balas yang bersarang ke gawang United memperlihatkan jarak kualitas antara tim yang sedang membangun ulang dengan Chelsea yang bertabur bintang. Olid tak menampik bahwa hasil tersebut menyakitkan, tapi ia menolak menjadikannya patokan akhir musim.

"Awal, bagaimana kamu memulai, tidak menentukan dirimu untuk sisa musim ini," kata Olid menjelang laga tandang melawan Arsenal.

"Dua atau tiga pertandingan tidak menentukan siapa kamu atau akan jadi seperti apa tim ini. Ada perubahan transisi, tapi kami tahu ke mana kami pergi, arahnya, dan kami tahu apa yang kami lakukan akan memberi kesuksesan jangka panjang."

Jadwal Berat: Arsenal Menanti di Emirates

Tekanan pada Olid tidak akan berkurang dalam waktu dekat. United dijadwalkan bertandang ke markas Arsenal pada laga berikutnya, sebuah ujian berat bagi tim yang belum menemukan ritme permainan.

Arsenal sendiri dikenal sebagai salah satu kekuatan utama WSL dalam beberapa musim terakhir. Bagi United, laga ini bisa menjadi tolok ukur apakah mereka mampu bangkit atau justru semakin terbenam di dasar klasemen.

Masalah Tidak Hanya di Tim Putri

Krisis yang menimpa Manchester United women bukan fenomena tunggal dalam ekosistem sepak bola milik Sir Jim Ratcliffe dan Ineos. Tim putra United juga mendapat sorotan tajam setelah penampilan tidak meyakinkan di Premier League, diperparah kekalahan dari Brighton di Piala Liga pada pertengahan pekan.

Dua proyek sepak bola Ineos lainnya, Nice di Prancis dan Lausanne di Swiss, sama-sama berada di dasar klasemen liga masing-masing. "Built for more" menjadi slogan yang pernah dipakai Ineos, dan keempat klub tersebut jelas membutuhkan lebih dari apa yang mereka tunjukkan sejauh musim ini.

Olid: Momen Sulit Bikin Tim Tumbuh

Meski berada di bawah tekanan, Olid memilih melihat kesulitan awal sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ia menyebut masa sulit sebagai fondasi yang akan membuat timnya lebih kuat ketika momentum mulai terbangun.

"Semua tim, sepanjang musim, punya momen sulit. Momen sulit kami adalah awal musim. Tapi kami belajar sebagai tim untuk tumbuh karena momen sulit membuatmu tumbuh," ujarnya.

"Dan begitu kami melewati momen sulit ini dan memulai momentum, kami akan jauh lebih baik daripada tanpa melewati momen sulit itu."

United akan berusaha membuktikan kata-kata pelatihnya saat menghadapi Arsenal. Tiga poin pertama musim ini menjadi harga mati jika mereka ingin menjauh dari dasar klasemen WSL.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks