MANADO — Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto mengungkapkan bahwa nilai transaksi QRIS antarnegara di wilayah tersebut telah mencapai Rp 2,4 miliar hingga Agustus 2026. Angka itu dihimpun dari transaksi yang dilakukan wisatawan mancanegara selama berkunjung ke berbagai destinasi di Sulut.
Menurut Joko, besaran nilai transaksi tersebut memperlihatkan potensi pasar wisatawan mancanegara yang sudah terhubung dengan sistem pembayaran lintas negara. Kondisi itu dinilai mampu memperluas transaksi digital di destinasi wisata maupun pusat aktivitas ekonomi di daerah.
Kemudahan Transaksi bagi Wisatawan Mancanegara
Konektivitas pembayaran melalui QRIS antarnegara memberi kemudahan bagi wisatawan asing saat bertransaksi selama berada di Sulut. Mereka dapat memakai sistem pembayaran digital itu untuk memenuhi berbagai kebutuhan wisata, mulai dari berbelanja hingga menikmati layanan ekonomi lokal.
"Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital lintas negara di tengah tingginya aktivitas pariwisata di Sulut," kata Joko, di Manado, Minggu.
Realisasi transaksi sebesar Rp 2,4 miliar pada Agustus 2026 juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal. Kemudahan pembayaran lintas negara memungkinkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan usaha pariwisata menerima transaksi dari wisatawan mancanegara dengan lebih praktis.
Perluasan Inklusi Digital untuk Pelaku Usaha Daerah
Penggunaan QRIS antarnegara berpotensi memperluas inklusi digital bagi pelaku usaha di daerah. Seiring bertambahnya merchant yang menerima pembayaran digital lintas negara, wisatawan pun punya lebih banyak pilihan bertransaksi tanpa bergantung sepenuhnya pada metode pembayaran konvensional.
Potensi itu kian penting seiring perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut. Kehadiran mereka tidak hanya berdampak pada sektor akomodasi dan transportasi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di sektor kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Karena itu, penguatan akseptasi QRIS antarnegara di berbagai destinasi wisata menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan dampak ekonomi dari aktivitas pariwisata. Perluasan penggunaan QRIS dapat dilakukan di kawasan wisata, pusat kuliner, sarana transportasi, serta sentra UMKM yang menjadi tujuan wisatawan.
Dengan ekosistem pembayaran digital lintas negara yang semakin kuat, Sulut berpeluang meningkatkan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan mancanegara. Penguatan infrastruktur dan akseptasi QRIS antarnegara diharapkan memperluas akses transaksi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih inklusif.