SULAWESI UTARA — Sebanyak 5 juta liter Pertalite dikirim ke Integrated Terminal Bitung guna memulihkan pasokan bahan bakar di Manado dan sekitarnya yang sempat terganggu. Pasokan diangkut kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa, dengan waktu tiba yang masih bergantung pada cuaca dan arus laut di Selat Makassar.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan pengiriman tambahan disiapkan untuk mempercepat normalisasi pengisian di SPBU wilayah Manado. Perusahaan memantau perjalanan kapal, kesiapan penerimaan di terminal, hingga penyaluran ke lembaga penyalur.
Menurut Lilik, perjalanan kapal menuju Bitung dipengaruhi kondisi cuaca dan arus laut di Selat Makassar. Karena itu, jadwal kedatangan terus dipantau dan dapat menyesuaikan kondisi pelayaran di lapangan.
Pengiriman Difokuskan ke Terminal Bitung
Integrated Terminal Bitung menjadi titik masuk pasokan tambahan sebelum didistribusikan ke SPBU di Manado dan wilayah sekitarnya. Pertamina menyebut terminal tersebut disiapkan untuk menerima pasokan agar penyaluran berikutnya bisa berjalan lebih cepat begitu kapal tiba.
Setelah pasokan masuk, penyaluran dari terminal ke lembaga penyalur akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Langkah ini diambil supaya distribusi lebih optimal dan dinamika pengisian di masyarakat berangsur normal.
Penyebab Dinamika Pasokan di Manado
Pertamina tidak merinci pemicu pasti gangguan pengisian, namun menyatakan percepatan pasokan dilakukan karena BBM menjadi kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari warga. Perusahaan juga memantau kondisi stok dan aktivitas pengisian di SPBU selama proses kedatangan pasokan berlangsung.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat seiring dengan dinamika pengisian Pertalite di Manado dan sekitarnya," kata Lilik dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10).
Lilik menambahkan, berbagai langkah operasional terus dijalankan untuk menjaga kelancaran pasokan dan pelayanan. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelancaran pelayanan di lapangan.
Imbauan agar Warga Mengisi Sesuai Kebutuhan
Pertamina mengajak konsumen melakukan pengisian secara bijak sesuai kebutuhan agar pelayanan di SPBU berjalan tertib dan pasokan tersedia merata. Imbauan ini menyusul dinamika pengisian yang membuat antrean dan ketersediaan di beberapa SPBU tidak seragam.
Perusahaan meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai BBM melalui saluran resmi, yaitu pertaminapatraniaga.com dan akun media sosial @pertaminapatraniaga. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Untuk pertanyaan, informasi, maupun keluhan terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 melalui saluran resmi yang tersedia.
Yang Perlu Dicermati Pelaku Usaha dan Konsumen
Bagi pelaku usaha yang bergantung pada transportasi harian, waktu tiba kapal di Bitung menjadi penentu kapan pasokan tambahan benar-benar sampai ke SPBU. Keterlambatan akibat cuaca berarti masa tunggu di lapangan bisa lebih panjang dari perkiraan awal.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus memantau perkembangan pasokan dan menyesuaikan penyaluran berdasarkan kondisi operasional. Penyesuaian itu termasuk mengatur volume pengiriman dari terminal ke lembaga penyalur mengikuti kebutuhan riil di lapangan.