MANADO — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengoptimalkan penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU prioritas setelah dua kapal pengangkut bersandar di dua terminal berbeda. Langkah itu ditempuh agar ketersediaan bahan bakar di Kota Manado, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan sekitarnya tetap terjaga.
Kapal MT Michelle XXV membawa tambahan pasokan 11 juta liter Pertalite dan 2 juta liter Pertamax ke Integrated Terminal Bitung. Sehari sebelumnya, kapal MT Transko Aries tiba di Fuel Terminal Tahuna dengan muatan 650 ribu liter Pertalite.
Dua Terminal Jadi Titik Masuk Pasokan BBM
FT Tahuna menjadi pintu masuk pasokan untuk wilayah Kepulauan Sangihe. Adapun IT Bitung menopang kebutuhan BBM di Manado dan area sekitarnya.
Menurut Pertamina, kedatangan kedua kapal tersebut memperkuat stok BBM di Sulawesi Utara. Penyaluran dari terminal ke SPBU prioritas pun langsung dipercepat begitu BBM tiba.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebut penambahan pasokan dan percepatan distribusi terus menjadi fokus perusahaan. Pemantauan di lapangan juga dilakukan bersama pihak terkait.
"Kedatangan kapal pengangkut BBM di Tahuna dan Bitung menjadi dukungan penting bagi penguatan pasokan di Sulawesi Utara. Setelah BBM tiba di terminal, kami segera mengoptimalkan penyalurannya ke SPBU prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi," ujar Lilik.
Distribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Tiap Wilayah
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Penyesuaian itu dilakukan agar pasokan yang sudah tiba bisa segera dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Perusahaan juga mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti arahan petugas saat mengisi di SPBU. Pembelian berlebihan diminta dihindari agar penyaluran berlangsung tertib dan kebutuhan konsumen lain tetap terpenuhi.
Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan. Layanan tersebut beroperasi 24 jam.