Gubernur Sulawesi Tenggara Lepas 37 Petugas Haji untuk Layani Jemaah Tahun 2026

Penulis: Muhammd Nizar  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:01:02 WIB
Gubernur Sulawesi Tenggara melepas 37 petugas haji untuk mendampingi jemaah tahun 2026.

KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi melepas 37 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah setempat untuk masa tugas tahun 1447 H/2026 M. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Kamis (30/4/2026), yang menandai dimulainya fase krusial pendampingan jemaah asal Bumi Bahteramas.

Ke-37 petugas yang diberangkatkan merupakan figur-figur terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. Mereka dinilai memiliki dedikasi tinggi serta kompetensi yang mumpuni untuk mengawal jemaah selama berada di Arab Saudi. Kehadiran para petugas ini diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan haji asal Sulawesi Tenggara agar tetap berada pada standar tertinggi.

Komposisi Petugas dan Kesiapan Fisik yang Prima

Dalam laporannya, komposisi 37 petugas PPIH ini terdiri dari berbagai elemen keahlian untuk memastikan seluruh aspek kebutuhan jemaah terpenuhi. Secara rinci, tim ini meliputi 5 orang ketua kloter, 6 pembimbing ibadah, 10 petugas haji daerah, 4 petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta diperkuat oleh 12 tenaga kesehatan yang bersiaga penuh.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menetapkan kriteria khusus terkait usia dan kondisi fisik. Seluruh petugas yang terpilih berada pada rentang usia produktif, yakni 35 hingga 60 tahun. Batasan usia ini diambil untuk menjamin bahwa para petugas memiliki ketahanan fisik yang prima, mengingat beban kerja di lapangan yang sangat dinamis dan menuntut mobilitas tinggi di tengah cuaca Arab Saudi yang ekstrem.

Kondisi fisik yang stabil menjadi syarat mutlak karena para petugas tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung secara fisik kepada jemaah. Dengan komposisi tenaga kesehatan yang cukup besar, yakni 12 orang, diharapkan penanganan medis darurat maupun pemantauan kesehatan rutin bagi jemaah lansia dapat dilakukan secara lebih intensif dan cepat.

Strategi Pelayanan Berbasis Etnis dan Budaya

Satu hal yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah inovasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penempatan personel. Pemprov menerapkan pendekatan berbasis etnis dan budaya dalam pembagian tugas para petugas haji. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas keragaman latar belakang suku dan budaya yang dimiliki oleh jemaah haji asal Sulawesi Tenggara.

Gubernur Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa pendekatan budaya sangat penting untuk meminimalisir hambatan komunikasi. Dengan menempatkan petugas yang memahami dialek atau karakteristik budaya jemaah tertentu, proses edukasi dan koordinasi di Tanah Suci diharapkan berjalan lebih cair dan efektif. Hal ini juga bertujuan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga jemaah merasa lebih nyaman dan tenang selama beribadah.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepekaan pemerintah daerah terhadap kondisi psikologis jemaah. Seringkali, kendala bahasa menjadi pemicu kebingungan jemaah saat berada di lingkungan yang asing. Dengan adanya petugas yang mampu berkomunikasi secara kultural, segala kendala teknis di lapangan dapat dicarikan solusinya dengan pendekatan yang lebih persuasif dan kekeluargaan.

Pesan Gubernur: Manajemen Profesional dan Pengabdian

Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan bahwa ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang memiliki kedudukan istimewa. Namun, ia mengingatkan bahwa di balik keistimewaan tersebut, terdapat kompleksitas besar dalam penyelenggaraannya. Menurutnya, tugas sebagai PPIH bukanlah pekerjaan yang sederhana karena melibatkan tanggung jawab moral dan profesionalitas tinggi.

“Ibadah haji bukan hal yang sederhana. Jumlah jemaah yang besar, kompleksitas penyelenggaraan, serta kondisi para jemaah yang beragam—termasuk lansia dan penyandang disabilitas—menjadikan tugas ini pekerjaan besar yang butuh manajemen profesional dan terpadu,” ujar Andi Sumangerukka di hadapan para petugas.

Gubernur juga menegaskan bahwa peran PPIH sangat menentukan kualitas pelayanan secara keseluruhan, mulai dari fase keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Mekkah dan Madinah, hingga kepulangan ke tanah air. Ia berpesan agar seluruh petugas meluruskan niat dan menjadikan tugas ini sebagai ladang amal ibadah yang nyata.

“Membantu jemaah adalah bagian dari ibadah. Di sela-sela bertugas, kalian pun tetap bisa beribadah. Saya harapkan seluruh PPIH dapat menjalankan tugas dengan baik agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan sukses,” tambahnya. Acara pelepasan ini menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh warga yang menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 2026 mendatang.

Reporter: Muhammd Nizar
Back to top