MANADO — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menerima kunjungan jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut di kediaman resminya, Senin pagi. Pertemuan yang berlangsung hangat itu dipimpin langsung oleh tokoh sentral daerah, Olly Dondokambey, SE, yang juga mantan Gubernur Sulut dua periode.
Dalam kesempatan itu, Yulius Selvanus menegaskan bahwa membangun Sulawesi Utara tidak bisa dilakukan dengan gaya single fighter. Ia mengusung konsep "Baku Tongka", istilah lokal yang berarti saling menopang, sebagai pijakan utama pemerintahannya.
"Membangun Sulawesi Utara membutuhkan sinergi seluruh elemen, termasuk partai politik. Saya sangat menghargai peran besar PDI Perjuangan dalam meletakkan fondasi pembangunan di daerah ini selama ini," ujar Gubernur Yulius.
Ia berharap hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif—yang saat ini didominasi kader PDI Perjuangan—dapat terus terjaga. Tujuannya, kebijakan publik bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berarti.
Olly Dondokambey menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran rombongannya adalah bentuk dukungan moral sekaligus komitmen politik untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Menurutnya, kepentingan rakyat harus berada di atas ego golongan.
"PDI Perjuangan siap menjadi mitra strategis pemerintah. Kami berkomitmen memberikan masukan konstruktif agar Sulawesi Utara mampu menjawab tantangan ekonomi global dan memperkuat posisi kita sebagai gerbang ekonomi Timur Indonesia," tegas Olly.
Pertemuan ini diyakini akan memberikan sentimen positif bagi iklim investasi di Sulawesi Utara. Dengan bersatunya kekuatan politik besar dan pemerintah daerah, program-program strategis nasional di Sulut diprediksi berjalan lebih akseleratif.
Setelah sesi terbuka, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi tertutup mengenai beberapa poin pembangunan daerah. Langkah ini mempertegas bahwa meskipun kontestasi politik telah usai, sinergi demi kesejahteraan rakyat tetap menjadi panglima tertinggi di Bumi Nyiur Melambai.