MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama panitia pelaksana telah menuntaskan pemetaan lokasi untuk perhelatan akbar umat Katolik se-Indonesia itu. Kota Manado akan menjadi pusat perlombaan kategori grup dan upacara pembukaan, sementara Kota Tomohon difokuskan untuk lomba perorangan dan puncak festival.
Ketua Bidang Penyelenggaraan, Dr Art Merung, menjelaskan bahwa pembagian peran ini bertujuan mengoptimalkan fasilitas yang ada di kedua kota. "Kami telah memetakan venue dengan sangat teliti. Ini adalah representasi sinergi yang kuat di Sulawesi Utara," ujarnya dalam keterangan resmi.
Di Manado, sebanyak 6.500 peserta dari kategori paduan suara dan musik kolintang akan menginap dan berlomba di sejumlah titik strategis. Venue yang disiapkan meliputi Aula Mapalus Kantor Gubernur, Graha Bumi Beringin, hingga Manado Convention Center.
Sementara itu, Tomohon yang dikenal sebagai Kota Bunga akan menjadi tuan rumah lomba perorangan seperti Bermazmur, Bertutur Kitab Suci, dan Cerdas Cermat Rohani. Lokasi yang digunakan antara lain Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan Stadion Babe Palar.
Moderator LP3KD Provinsi Sulawesi Utara, Pastor Paulus Mentang Pr, menegaskan bahwa Pesparani bukan hanya ajang kompetisi seni suara. "Pesparani bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pembinaan iman dan budaya. Puncaknya nanti di Tomohon melalui Christ Of The King Festival akan menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik Indonesia yang inklusif," jelas Pastor Paulus.
Rangkaian acara akan berlangsung selama lima hari, mulai 17 hingga 21 November 2027. Penutupan akan dimeriahkan dengan parade, defile, dan konser budaya Katolik Kawanua yang mempertemukan seluruh kontingen dari penjuru nusantara.
Dengan ribuan peserta, official, dan pendamping yang datang, perhelatan ini diprediksi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Sulawesi Utara. Sektor perhotelan di Manado dan Tomohon dipastikan akan penuh, sementara UMKM lokal kebagian limpahan pesanan makanan, cendera mata, dan jasa akomodasi.
Panitia menyebutkan bahwa persiapan teknis dan logistik akan terus dimatangkan dalam beberapa bulan ke depan. Koordinasi antara Pemprov Sulut, Pemkot Manado, dan Pemkot Tomohon sudah berjalan untuk memastikan kelancaran acara nasional ini.