Ratusan Peserta Family Gathering Komsos Se-Keuskupan Manado Mulai Berdatangan ke Paroki Warembungan, Fokus pada Etika Digital

Penulis: Alfin Murtado  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 15:57:26 WIB
Ratusan peserta Family Gathering Komsos se-Keuskupan Manado mulai berdatangan ke Paroki Warembungan, Minahasa.

MINAHASA — Suasana di kompleks Gereja Santo Petrus Warembungan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mulai ramai sejak Jumat sore. Para peserta dari luar wilayah Minahasa Raya dan Manado, seperti utusan dari Paroki Kristus Raja Kotamobagu, telah mengonfirmasi kedatangan mereka.

“Kami sementara persiapan untuk perjalanan menuju Warembungan. Sekitar Jumat malam kami tiba di sana,” ujar Juli Saroinsong, perwakilan dari Paroki Kristus Raja Kotamobagu, kepada panitia.

Konsep Live-in: Menginap di Rumah Umat

Salah satu keunikan dalam penyelenggaraan FG Komsos kali ini adalah penerapan konsep live-in. Seluruh peserta tidak menginap di penginapan komersial, melainkan di rumah-rumah umat Katolik setempat.

“Ini adalah tradisi di Paroki Warembungan. Setiap kali ada pelaksanaan berskala Keuskupan, baik untuk Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, maupun kegiatan lainnya, peserta selalu menginap di rumah umat. Ini adalah bagian dari membangun kebersamaan dan persaudaraan sejati,” jelas Seksi Akomodasi, Axelia Kuntag dan Mercy Sambuaga.

Ketua Panitia, Jimmy Senduk, membenarkan bahwa sejumlah peserta telah mengonfirmasi akan tiba pada Jumat sore. “Kami sudah siap menyambut peserta. Sore ini mereka sudah mulai berdatangan,” katanya.

Fokus pada Pesan Paus dan Tantangan Komunikasi Digital

Agenda utama pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Panitia menyiapkan materi pendalaman pesan Paus Fransiskus mengenai pentingnya menjaga aspek kemanusiaan di tengah gempuran teknologi.

“Agenda yang akan diikuti oleh peserta di antaranya materi pendalaman pesan paus untuk menjaga suara dan wajah manusia, serta melihat peluang dan tantangan bagi pastoral Komsos di tengah perkembangan zaman,” ujar Jimmy Senduk.

Acara ini juga dihadiri oleh pengurus Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pusat, menjadikannya forum strategis bagi para penggiat media gereja. Pastor Paroki St. Petrus Warembungan, RD Alfianus Windy Tangkuman, menjelaskan bahwa cakupan peserta sangat luas, meliputi utusan paroki dari wilayah Sulut, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah.

Dukungan Lintas Sektor dan Persiapan Matang

Panitia melaporkan persiapan logistik dan konsumsi telah mencapai 100 persen. Venue kegiatan, termasuk fasilitas makan dan tempat ngopi bagi peserta, telah rampung. “Tempat makan dan ngopi bagi peserta sudah siap,” ujar Bendahara Panitia Jacky Randang.

Dukungan datang dari berbagai pihak. Melalui Ingrid Wongkar dan Claudia Pijoh, panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemda Minahasa Utara, Bupati Dr. Joune James Esau Ganda, jajaran Bank SulutGo, hingga Kapolda Sulut Irjen Pol Dr. Roycke Langie.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh umat Katolik Warembungan yang telah berpartisipasi. Kami yakin kebaikan ini akan mendatangkan berkat bagi keluarga para penyumbang,” pungkas mereka.

Menyambut Minggu Komunikasi Sosial Sedunia

Ketua Komsos Paroki Warembungan, Vinno Taroreh, menekankan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Minggu Komunikasi Sosial Sedunia. “Perayaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi pengingat betapa pentingnya komunikasi dalam gereja, sekaligus memperkuat kapasitas Komsos paroki untuk misi pewartaan,” kata Vinno.

Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan media gereja yang lebih inklusif dan adaptif terhadap teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: detikmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top