BOLMUT — Prosesi tabur bunga dan doa bersama digelar di makam para tokoh yang dinilai memiliki peran besar dalam lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebagai daerah otonom. Bupati Sirajudin Lasena menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan.
“Ziarah ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berjuang hingga lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,” ujar Sirajudin.
Menurut Bupati, semangat para pendahulu harus terus diwariskan agar estafet pembangunan daerah tidak terputus. Ia menekankan pentingnya sejarah lokal sebagai landasan bagi generasi saat ini.
“Kegiatan ini juga menjadi pengingat sejarah lokal agar estafet pembangunan tetap berjalan dengan berlandaskan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pendahulu,” tambahnya.
Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh menegaskan bahwa perjuangan tokoh pemekaran harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Ia mengajak masyarakat Boltara menjadikan momentum HUT ke-19 sebagai refleksi bersama.
“Para pejuang pemekaran telah memberikan contoh tentang semangat persatuan dan pengorbanan demi kemajuan daerah. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan cita-cita itu melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Aditya.
Ia menambahkan, warisan perjuangan harus dijaga dengan terus bersinergi membangun Boltara agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Pemerintah daerah berharap momentum HUT ke-19 Boltara dapat memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong semangat bersama dalam membangun daerah. Ziarah ke makam tokoh pemekaran menjadi salah satu agenda awal dari rangkaian peringatan yang akan berlangsung ke depan.