MANADO — Seorang peternak kambing di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Imam Dadang, mengungkapkan bahwa dari puluhan ekor yang tersedia, sebagian besar sudah di-booking dan akan diambil mendekati hari raya kurban. “Alhamdulillah sudah ada yang pesan. Sebagian besar titip dulu, nanti H-4 baru diambil. Kambing yang ada sekarang juga hampir semuanya sudah ter-booking,” kata Imam, Jumat (15/5/2026).
Imam menambahkan, hingga pertengahan Mei 2026, penjualan kambing kurban sudah mencapai lebih dari 20 ekor. Tambahan stok diperkirakan mencapai 50 ekor secara bertahap. Harga kambing jantan standar kurban tahun ini berkisar antara Rp 3,3 juta hingga Rp 6,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan usia.
“Kalau yang standar bagus usia dua tahun itu sekitar Rp 4 juta. Rata-rata pembeli sekarang ambil di harga Rp 4 jutaan,” ujar Imam yang sudah beternak kambing sejak 2019. Ia menyebut kenaikan harga dipicu tingginya permintaan sementara jumlah peternak dan pasokan terbatas. “Tahun kemarin masih lebih murah karena stok kambing cukup banyak. Sekarang permintaan naik, peternaknya sedikit, jadi harga ikut melonjak,” jelasnya.
Pembeli tidak hanya berasal dari Manado. Imam menyebut ada yang datang langsung dari Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, hingga daerah kepulauan di Sulut karena kesulitan mendapatkan kambing di wilayah masing-masing.
Selain melayani pembelian langsung, Imam menyediakan jasa penitipan kambing hingga waktu pengambilan. Biaya penitipan mulai Rp 100.000 hingga Rp 200.000 tergantung lama perawatan. Namun untuk penitipan selama sepekan, pembeli tidak dikenakan biaya tambahan.
Pasokan kambing disebut masih terus berdatangan, termasuk dari wilayah kepulauan di Sulut. Imam mengaku menjaga kualitas hewan kurban dengan pemeriksaan kondisi setiap hari, terutama terhadap penyakit mata dan gangguan pencernaan. “Kebanyakan masalah di penyakit mata, harus cepat ditangani, karena kalau dibiarkan bisa buta. Pakan juga dijaga, jangan sampai rumput basah karena bisa menyebabkan mencret,” ucap Imam yang juga menjabat Sekretaris Provinsi DPW Juru Sembelih Halal (Juleha) Sulawesi Utara.
Ia menambahkan, kambing yang dipeliharanya hanya diberi pakan hijauan alami tanpa tambahan konsentrat maupun pakan fermentasi.