SULAWESI UTARA — Setelah diperkenalkan pada Maret lalu, MG4X kini resmi bisa dipesan di China. Bukan model entry-level baru seperti dugaan sebelumnya, MG4X adalah versi facelift dari MG S5 yang masih tergolong anyar. Mobil ini juga mengadopsi teknologi baterai semi-solid-state dari MG4 Urban, bukan dari MG4 versi original yang tajam dan sudah dijual di Malaysia.
Semua varian MG4X yang diluncurkan menggunakan penggerak roda belakang. Yang menarik, versi semi-solid-state justru lebih murah dan speknya lebih rendah ketimbang varian LFP standar. Varian semi-solid-state menghasilkan 170 PS (125 kW) dan torsi 250 Nm, sementara varian LFP memproduksi 204 PS (150 kW) dan torsi 350 Nm—sama dengan MG S5 CKD yang dijual di Malaysia.
Baterai semi-solid-state berbasis mangan juga lebih kecil, yaitu 53,9 kWh, berbanding 64,2 kWh pada baterai LFP buatan CATL. Angka jarak tempuh masing-masing adalah 510 km dan 610 km dalam siklus CLTC China. Jika dikonversi ke siklus WLTP yang lebih realistis, perkiraannya menjadi 420 km dan 500 km. Sebagai perbandingan, MG S5 CKD Malaysia dengan baterai LFP 62 kWh tercatat 446 km.
Varian LFP juga unggul dalam kecepatan pengisian daya. Dengan dukungan 150 kW, baterai LFP bisa diisi dari 30 ke 80 persen hanya dalam 16 menit. Sementara varian semi-solid-state hanya mendukung 120 kW dan butuh 25 menit untuk level yang sama. Dengan perbedaan ini, daya tarik utama baterai semi-solid-state hanyalah stabilitas kimiawi yang lebih aman dan ketenangan pikiran bagi pemilik.
MG4X ternyata lebih besar dari perkiraan awal. Dimensinya nyaris identik dengan MG S5: panjang 4.500 mm (+24 mm dari S5), lebar 1.849 mm, dan tinggi 1.621 mm, dengan jarak sumbu roda 2.735 mm (+5 mm). Artinya, ini adalah SUV segmen C yang sedikit lebih besar dari BYD Atto 3 generasi pertama, meski masih kalah panjang dari Atto 3 generasi kedua yang mencapai 4.665 mm.
Secara desain, MG4X mempertahankan bentuk bodi dan bagian belakang MG S5, tapi mendapat ubahan total di bagian depan. Lampu LED segitiga tajam disatukan oleh light bar lebar, sementara air intake bawah dibingkai trim hitam berbentuk tulang dengan lubang di sudut. Hasilnya, tampilan jauh lebih agresif ketimbang S5 atau MG4 Urban yang cenderung kalem.
Di dalam kabin, MG4X mengadopsi tata letak dashboard MG S5 versi China yang disebut ES5. Layar sentuh 15,6 inci mendominasi, sementara pasar lain mendapat panel 12,8 inci yang menyisakan ruang untuk kontrol fisik AC dan audio. Instrumen digital 10,25 inci, dua tempat smartphone dengan pengisi daya nirkabel Qi, serta kursi depan berpemanas, berventilasi, dan pijat masih dipertahankan. Satu-satunya perubahan adalah setir dua jari-jari menggantikan model tiga jari-jari. MG4X juga dibekali teknologi mengemudi otomatis di jalan tol dari Horizon Robotics.
Harga resmi belum diumumkan penuh, namun MG4X diperkirakan mulai dari 99.800 yuan (sekitar Rp 222 juta). Untuk pasar global, kemungkinan harus menunggu lebih lama karena MG S5 baru diperkenalkan tahun lalu dan Malaysia baru menerimanya dalam bentuk CKD.