SULAWESI UTARA — ANTAM tercatat sebagai konstituen di Indeks SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Ketiga indeks ini dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia bersama Yayasan KEHATI untuk mengukur kinerja perusahaan dalam aspek keberlanjutan, tata kelola, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang. Bagi ANTAM, pencapaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan cerminan dari strategi bisnis yang telah lama mengintegrasikan prinsip ESG.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyebut pengakuan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. "Bagi ANTAM, keberlanjutan bukan hanya aspek kepatuhan, tetapi merupakan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang Perseroan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan pekan lalu.
Untuk mempertahankan posisi di indeks ESG, ANTAM menjalankan sejumlah inisiatif konkret di seluruh wilayah operasional. Mulai dari pengurangan emisi gas rumah kaca, pengendalian pencemaran lingkungan, hingga reklamasi lahan pascatambang. Perusahaan juga aktif dalam konservasi keanekaragaman hayati dan program pengembangan masyarakat sekitar tambang.
Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon. ANTAM juga terus memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, sebuah aspek yang semakin menjadi perhatian investor institusional dalam menilai risiko investasi.
Ke depan, ANTAM berencana memperkuat implementasi ESG di seluruh rantai bisnis, mulai dari eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pemasaran dan pascatambang. Proyek hilirisasi mineral juga tetap menjadi fokus, namun dengan catatan bahwa setiap langkah bisnis harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
Masuknya ANTAM dalam tiga indeks ESG KEHATI sekaligus menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Investor kini memiliki tolok ukur yang lebih jelas untuk menilai mana perusahaan tambang yang benar-benar menjalankan praktik berkelanjutan, bukan sekadar pencitraan. Bagi ANTAM, ini adalah pengakuan yang datang di saat industri pertambangan nasional tengah menghadapi tekanan untuk berbenah.