TOMOHON — Fakultas Teologi UKIT Tomohon kini tidak hanya meluluskan calon pendeta, tetapi juga praktisi musik gereja profesional. Pembukaan Prodi Musik ini menjadi jawaban atas kebutuhan GMIM akan pendeta yang memiliki kompetensi khusus di bidang musik liturgi dan ibadah.
Pendeta GMIM selama ini identik dengan kemampuan berkhotbah dan menggembalakan jemaat. Namun, dengan hadirnya prodi ini, para mahasiswa akan dibekali keahlian teknis bermusik, aransemen lagu gerejawi, hingga kepemimpinan paduan suara. Mereka diproyeksikan menjadi pendeta yang mampu mengelola musik gereja secara profesional.
Keputusan membuka prodi ini di bawah Fakultas Teologi bukan tanpa alasan. Pihak UKIT menilai bahwa musik gerejawi merupakan bagian integral dari pelayanan pastoral. Seorang pendeta tidak hanya memimpin doa, tetapi juga harus memahami teori dan praktik musik untuk memperkuat ibadah jemaat.
“Ini langkah strategis. Kami ingin lulusan teologi tidak hanya pintar secara dogmatis, tetapi juga mahir secara artistik dalam pelayanan,” ujar perwakilan UKIT dalam keterangan resmi. Kurikulum Prodi Musik akan menggabungkan mata kuliah teologi dasar dengan praktik musik klasik dan kontemporer gerejawi.
Tahun ajaran 2026-2027 menjadi momentum awal penerimaan mahasiswa baru. UKIT menargetkan mahasiswa dari kalangan pemuda gereja di Sulawesi Utara yang memiliki minat di bidang musik dan panggilan pelayanan. Proses seleksi akan mencakup tes bakat musik dan wawancara pastoral.
Pembukaan prodi ini juga disambut positif oleh Sinode GMIM. Selama ini, kebutuhan akan pemusik gereja yang terlatih seringkali dipenuhi oleh tenaga sukarelawan tanpa latar belakang pendidikan formal. Dengan adanya Prodi Musik, GMIM berharap kualitas musik dalam setiap ibadah bisa lebih terjaga dan variatif.
Lulusan Prodi Musik UKIT tidak hanya akan menjadi pemain alat musik atau dirigen paduan suara. Mereka akan diteguhkan sebagai pendeta GMIM dengan spesialisasi musik gerejawi. Artinya, mereka memiliki wewenang penuh untuk memimpin jemaat, sekaligus menjadi motor penggerak kreativitas musik di tingkat gereja lokal.
UKIT optimistis prodi ini akan mencetak sumber daya manusia yang langka di Indonesia, terutama di kawasan Indonesia Timur. Kombinasi antara pendidikan teologi dan musik diharapkan bisa menjawab tantangan gereja modern yang membutuhkan pendeta multidisiplin.