BOLMUT — Keterlambatan pembayaran tunjangan profesi ini dikeluhkan langsung oleh salah seorang guru agama di Bolmut. Ia mengaku haknya sebagai pendidik bersertifikat belum juga cair, padahal sudah memasuki pertengahan tahun 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan Islam Kemenag Bolmut, Ahmad Modeong, membenarkan adanya tunggakan tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengusulkan pembayaran, namun realisasi masih terkendala anggaran dari pemerintah pusat.
“Hingga saat ini memang belum ada anggaran untuk pembayaran tunjangan sertifikasi. Tapi kami sudah usulkan untuk pembayarannya,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Modeong belum bisa memastikan kapan tepatnya tunjangan tersebut akan dicairkan. Ia hanya memastikan usulan dari daerah sudah disampaikan ke tingkat pusat untuk segera diproses.
Kabar baik bagi para guru datang dari tingkat nasional. Kementerian Agama RI memastikan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp 5,783 triliun untuk pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen tahun 2025 sudah masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Anggaran tersebut sebelumnya telah disetujui oleh Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Kini, dana tersebut sudah tersebar di 604 satuan kerja (Satker) Kemenag di seluruh Indonesia, termasuk di Kanwil Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.
“Alhamdulillah, setelah melalui serangkaian proses pengusulan, sejak persetujuan dari Komisi VIII hingga Kementerian Keuangan, hari ini kita memastikan usulan ABT Kemenag untuk tunjangan profesi guru dan dosen lulusan Pendidikan Profesi Guru dan Sertifikasi Dosen tahun 2025 sudah masuk DIPA Kemenag,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, Selasa (21/7/2026).
Kamaruddin Amin menambahkan, proses pencairan dana tersebut seharusnya sudah bisa dimulai pada pekan-pekan setelah pengumuman itu. Ia menyebut kabar ini menjadi angin segar bagi para pendidik binaan Kementerian Agama.
“Minggu depan, proses pencairan sudah bisa dimulai. Ini tentu menjadi kabar baik buat para guru dan dosen binaan Kementerian Agama,” kata Kamaruddin Amin.
Meski begitu, para guru agama di Bolmut masih menanti realisasi di tingkat daerah. Belum ada kepastian kapan dana yang sudah masuk DIPA tersebut akan sampai ke rekening masing-masing penerima di kabupaten ujung utara Sulawesi itu.