SULAWESI UTARA — Pendanaan segar ini menjadi sinyal kuat bagi industri energi modular yang tengah dilirik raksasa teknologi. Valar tidak hanya mendapatkan suntikan modal, tetapi juga fasilitas kredit tambahan sebesar US$200 juta dari Erebor dan sejumlah bank lainnya. Sebagai bagian dari kesepakatan, partner Sequoia, Shaun Maguire, resmi bergabung dalam jajaran direksi perusahaan.
Valar fokus membangun Small Modular Reactors (SMR), yaitu pembangkit listrik tenaga nuklir berukuran mini yang diproduksi di pabrik. Konsep ini dirancang untuk menekan biaya dan waktu pembangunan dibandingkan reaktor konvensional, sekaligus menjawab kebutuhan energi tinggi untuk pusat data AI.
Klaim utama perusahaan adalah keberhasilan reaktor Ward 250 dalam menyalakan sistem Nvidia Blackwell pada Juni lalu. Setelah demonstrasi tersebut, Valar menandatangani kesepakatan dengan Nvidia untuk mengembangkan pabrik AI berkekuatan 30 MW yang tidak membutuhkan air dalam proses operasionalnya.
Dana segar ini menjadi akselerator bagi rencana produksi massal Valar. Perusahaan menyatakan bahwa putaran pendanaan ini memungkinkan mereka mencapai tonggak berikutnya: memproduksi armada SMR secara berkelanjutan.
"Butuh dua tahun untuk menyelesaikan inti NOVA. Butuh tujuh bulan untuk membuat Ward 250 kritis. Dengan setiap reaktor yang dibangun, kecepatan produksi akan meningkat hingga Valar mampu memproduksi puluhan, lalu ratusan, kemudian ribuan reaktor per tahun," tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, Senin (16/6).
Valar bukan satu-satunya pemain yang berlomba di sektor ini. Antares baru saja mengumumkan perolehan pendanaan senilai US$470 juta, sementara X-energy mengantongi US$1 miliar melalui penawaran umum perdana (IPO). Fenomena ini menunjukkan pergeseran besar investasi dari energi tradisional menuju solusi nuklir berukuran kecil yang lebih fleksibel.
Selain Sequoia, putaran pendanaan Valar juga diikuti oleh sejumlah investor lain, termasuk Apandion Capital, Atreides Management, Conviction, Dream Ventures, HOF Capital, Point72 Ventures, Riot Ventures, Snowpoint Ventures, dan Valor Equity Partners.
Kesepakatan antara Valar dan Nvidia menjadi indikator bahwa kebutuhan listrik untuk komputasi AI tidak lagi bisa dipenuhi oleh sumber energi konvensional. Reaktor modular yang dapat diproduksi cepat dan dipasang di dekat pusat data menjadi solusi yang semakin diminati.
Bagi pengamat teknologi, langkah ini juga menegaskan bahwa perusahaan AI kelas kakap mulai serius mengamankan pasokan energi mandiri. Alih-alih bergantung pada jaringan listrik publik, mereka memilih berinvestasi langsung pada sumber pembangkit listrik yang lebih terkendali dan ramah lingkungan.
Dengan modal segar dan kemitraan strategis bersama Nvidia, Valar Atomics kini berada di posisi terdepan untuk mengkomersialkan reaktor modular dalam skala besar. Pertanyaannya kini, seberapa cepat perusahaan mampu memenuhi target produksi yang mereka canangkan sendiri.