73 Kebakaran Terjadi di Bandung Barat Sepanjang Juli 2026, Didominasi Kelalaian Manusia

Penulis: Vikri Alfandi  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:03:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api yang membakar lahan kosong di kawasan Bandung Barat, Jawa Barat.

SULAWESI UTARA — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, mengungkapkan lonjakan kejadian kebakaran paling ekstrem terjadi pada Juli 2026. Dalam satu hari, petugas bahkan harus menangani tujuh laporan kebakaran sekaligus.

"Peristiwa kebakaran di musim kemarau ini memang naik drastis. Kejadian paling tinggi jumlahnya itu di bulan Juli ada 73 kasus kebakaran. Bahkan pernah sehari ada 7 kejadian," ungkap Siti saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Lahan Kosong dan Kebun Jadi Titik Terdampak Terbesar

Siti menjelaskan, sebagian besar titik api berada di area kebun dan lahan kosong. Kondisi rumput, alang-alang, ranting, serta dedaunan yang mengering akibat kemarau panjang membuat material tersebut?? terbakar saat terkena panas.

Kecepatan api semakin diperparah oleh hembusan angin kencang yang membuat api kecil dengan cepat merambat meluas. "Paling banyak memang di lahan kosong sama kebun. Alang-alangnya kan kering jadi mudah kebakar, ditambah angin kencang jadi lebih cepat menyebar. Ada juga rumah dan lainnya," kata Siti.

Pemicu Dominan: Puntung Rokok dan Sisa Pembakaran

Disdamkar menyoroti faktor kelalaian manusia sebagai pemicu utama kebakaran. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan serta meninggalkan sisa pembakaran sebelum benar-benar padam menjadi sumber api yang berbahaya di tengah kondisi lingkungan yang kering.

"Paling dominan memang faktor kelalaian. Jadi contohnya puntung rokok aja kalau dibuang sembarangan itu bisa jadi pemicu kalau cuaca panas seperti sekarang," ujar Siti.

Ancaman kebakaran tidak hanya mengintai lahan terbuka. Permukiman padat penduduk dan lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) juga masuk dalam kategori kawasan rawan yang perlu diwaspadai selama musim kemarau berlangsung.

Imbauan Kewaspadaan Saat Musim Kemarau

Siti meminta masyarakat untuk tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun. Dalam kondisi udara kering dan angin kencang, percikan api dapat berkembang menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit.

"Jadi masyarakat harus lebih hati-hati di musim kemarau ini karena api enggak pilih-pilih tempat. Kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran," katanya.

Data Disdamkar mencatat fluktuasi kejadian kebakaran sejak awal tahun. Pada Januari tercatat 9 kasus, Februari 7 kasus, Maret 17 kasus, April 8 kasus, Mei 9 kasus, dan Juni 20 kasus. Angka Juli yang mencapai 73 kasus menjadi rekor tertinggi dan menyumbang lebih dari 51 persen total kebakaran selama tujuh bulan terakhir.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: bandung.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top