Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami 0,36 Meter Terdeteksi di Labuan Bajo

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:21:31 WIB
Warga dan wisatawan mengevakuasi diri ke area terbuka setelah gempa M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

SULAWESI UTARA — Guncangan keras terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, tepatnya 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk empat provinsi: Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Tsunami Terdeteksi dan Kerusakan di Lapangan

Peringatan dini itu bukan tanpa alasan. Instrumen pengukur pasang surut di Labuan Bajo mencatat kenaikan muka air laut mencapai 0,36 meter pada 05.26 WIB, sekitar 28 menit setelah gempa utama. Meski ketinggiannya tergolong kecil, kejadian ini membuktikan mekanisme patahan di dasar laut bergerak aktif.

Di daratan, dampak getaran terasa signifikan. Seorang warga Labuan Bajo, Geciuo, menggambarkan kondisi wilayahnya terdampak cukup parah. "Parah," katanya kepada Liputan6.com. Sejumlah dinding bangunan dilaporkan retak, bahkan ada bagian konstruksi yang ambruk akibat guncangan.

Evakuasi Massal: Turis Berlarian dengan Handuk dan Koper

Kepanikan tak terhindarkan. Video yang beredar memperlihatkan para tamu hotel di Labuan Bajo berhamburan keluar menuju area terbuka. Sebagian besar terlihat membawa koper berisi barang bawaan, sementara beberapa turis asing lainnya masih mengenakan handuk—menandakan evakuasi dilakukan secepat mungkin tanpa sempat berganti pakaian.

BMKG menginstruksikan agar informasi potensi tsunami segera diteruskan kepada masyarakat di pesisir. "Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini TSUNAMI dari BPBD, BNPB dan BMKG," demikian pernyataan resmi badan meteorologi tersebut.

Mengapa Gempa Mbay Ini Berbahaya?

Kedalaman hiposenter hanya 15 kilometer menjadikan gempa ini masuk kategori dangkal. Energi yang dilepaskan tidak banyak teredam oleh lapisan bumi, sehingga getarannya terasa keras dan berpotensi merusak bangunan yang konstruksinya tidak dirancang tahan gempa. Wilayah Nagekeo dan sekitarnya memang berada di zona tunjangan lempeng aktif, namun gempa M7,7 dengan mekanisme naik ini tergolong jarang terjadi di segmen tersebut.

Masyarakat pesisir di empat provinsi yang masuk daftar peringatan dini diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Meski status peringatan tsunami dapat dicabut setelah beberapa jam, aktivitas seismik di kawasan NTT masih perlu dipantau ketat oleh otoritas setempat hingga situasi dinyatakan aman.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top