8 Mobil di Bawah Rp250 Juta Usai GIIAS 2026: Brio Satya Paling Lincah, Sigra Paling Muat

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:56:01 WIB
Suasana area pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Minggu (9/8/2026).

SULAWESI UTARA — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, memang sudah berakhir sejak Minggu, 9 Agustus 2026. Namun, jejak pameran itu masih relevan untuk dijadikan peta belanja, terutama bagi calon pembeli dengan anggaran maksimal Rp250 juta. Yang menarik dari daftar tahun ini: persaingan tidak lagi hanya antar mesin bensin, tapi juga mulai melibatkan kendaraan listrik dengan harga yang tak kalah agresif.

Kami merangkum delapan model yang masih layak masuk daftar pertimbangan, lengkap dengan catatan kelemahan masing-masing. Perlu dicatat, harga yang tercantum adalah posisi saat GIIAS berlangsung—promo dealer bisa berubah sewaktu-waktu setelah pameran usai.

1. Honda Brio Satya: City Car Paling Seru Dikendarai, Tapi Kabin Paling Sempit

Dibanderol mulai Rp184,5 juta, Brio Satya tetap jadi tolok ukur di kelas city car. Karakter mesinnya responsif dan ringan, membuatnya lincah untuk menyelinap di kemacetan kota. Nilai jual kembalinya juga salah satu yang paling stabil di kelasnya.

Namun, jangan berharap banyak soal ruang kabin. Untuk empat penumpang dewasa masih oke, tapi lima penumpang akan terasa sesak. Fitur keselamatannya juga standar—dual airbag dan ABS, tanpa tambahan seperti Vehicle Stability Assist (VSA) di tipe bawah.

2. Wuling Aira EV: Termurah di Kelasnya, Tapi Jarak Tempuh Perlu Dihitung Matang

Mobil listrik termurah di Indonesia ini dibanderol mulai Rp155 juta untuk varian Standard Range dan Rp175 juta untuk Long Range (OTR Jakarta). Dengan harga segitu, Aira EV sudah bebas dari biaya bensin dan pajak tahunan yang lebih murah.

Catatan pentingnya: varian Standard Range punya jarak tempuh yang pas-pasan untuk pemakaian di luar kota. Kalau rute harianmu lebih dari 50 km pulang-pergi, pilih Long Range. Dan ingat, infrastruktur charging di rumah wajib dipersiapkan—mengandalkan SPKLU umum untuk mobil listrik murah akan terasa merepotkan dan tidak ekonomis.

3. Daihatsu Sigra: MPV 7 Penumpang Paling Masuk Akal untuk Keluarga Muda

Dengan rentang harga Rp173,2 juta hingga Rp195,9 juta, Sigra menawarkan yang dibutuhkan keluarga: tujuh kursi, konsumsi BBM irit, dan biaya perawatan murah. Baris ketiga memang paling nyaman untuk anak-anak, tapi untuk ukuran LCGC, ruang kakinya cukup lega.

Kelemahan paling terasa adalah kabin yang berisik di kecepatan tinggi dan material interior yang keras. Tapi untuk harga di bawah Rp200 juta, ini adalah kompromi yang wajar.

4. VinFast VF 3: SUV Listrik Imut yang Menarik Perhatian, Tapi Bukan untuk Keluarga

Dengan harga Rp230,13 juta (termasuk baterai), VF 3 menawarkan desain SUV kompak yang unik dan masuk akal untuk mobilitas harian satu atau dua orang. Pilihan lainnya, VF 5 dengan skema sewa baterai, dibanderol Rp232 juta.

Jangan membayangkan VF 3 sebagai kendaraan keluarga. Ruang kabinnya pas untuk dua orang, dan bagasi sangat terbatas. Ini adalah kendaraan kedua yang fun, bukan kendaraan utama yang serba bisa. Jaringan servis VinFast yang masih baru juga perlu dipertimbangkan jika kamu tinggal di luar kota besar.

5. Toyota Calya: Pilihan Aman dengan Jaringan Purna Jual Terluas

Calya hadir dengan mesin 1.2 liter dan harga OTR Jakarta mulai Rp170 jutaan. Sebagai saudara kembar Sigra, Calya menawarkan hal yang sama: kapasitas tujuh penumpang dan biaya operasional rendah.

Perbedaan utamanya ada di citra merek dan jaringan dealer Toyota yang lebih luas. Namun, dari sisi pengalaman berkendara, Calya dan Sigra hampir tidak bisa dibedakan—termasuk kekurangannya: kabin bising dan fitur keselamatan yang minim di tipe bawah.

6. Daihatsu Ayla: City Car Irit dengan Dua Pilihan Mesin

Ayla bersaing langsung dengan Brio Satya, dengan keunggulan utama di harga yang lebih terjangkau. Tersedia pilihan mesin 1.0 liter dan 1.2 liter—untuk pemakaian dalam kota, mesin 1.0 sudah cukup, tapi untuk tol atau tanjakan, varian 1.2 lebih disarankan.

Kelemahan Ayla dibanding Brio: pengendaliannya kurang tajam dan kabinnya terasa lebih murah. Tapi kalau prioritasmu adalah harga termurah dengan biaya servis rendah, Ayla tetap jadi pilihan rasional.

7. Toyota Agya: Lebih Modern dari Ayla, Tapi Harga Mulai Mendekati Batas

Agya hadir dengan desain lebih segar dan fitur yang sedikit lebih lengkap dari Ayla. Untuk tipe tertinggi, harganya bisa menyentuh Rp200 jutaan—masih di bawah batas, tapi mulai terasa mahal untuk ukuran LCGC.

Yang perlu diperhatikan: di harga tersebut, kamu sudah bisa melihat opsi Brio Satya yang lebih menyenangkan dikendarai, atau menabung sedikit lagi untuk MPV Sigra yang lebih fungsional.

8. Suzuki S-Presso: Paling Murah, Tapi Paling Kompromi

S-Presso adalah pilihan paling ekonomis di daftar ini, dengan harga di bawah Rp170 juta. Desainnya yang mirip mini-SUV membuatnya terlihat lebih gagah dari ukuran aslinya, dan ground clearance-nya cukup untuk jalan rusak.

Namun, kenyamanan berkendara adalah titik terlemahnya. Suspensinya kaku, kabinnya sempit, dan fitur keselamatannya paling minim di kelasnya. S-Presso hanya masuk akal jika anggaran benar-benar terbatas dan kebutuhanmu hanya untuk dua orang.

Kesimpulan: Mana yang Layak Kamu Pilih?

Kalau kamu butuh mobil untuk keluarga dengan budget pas-pasan, Daihatsu Sigra atau Toyota Calya adalah jawabannya. Pilih Sigra kalau mau harga lebih rendah, pilih Calya kalau dealer Toyota lebih dekat atau kamu lebih percaya layanan purna jualnya.

Untuk anak muda single atau pasangan tanpa anak, Honda Brio Satya masih juara soal kesenangan berkendara. Sementara untuk early adopter yang ingin mencoba EV dengan risiko paling kecil, Wuling Aira EV adalah pilihan paling logis—asalkan punya fasilitas charging di rumah.

Yang jelas, di angka Rp250 juta, tidak ada mobil yang sempurna. Semua punya kompromi—tinggal kamu tentukan kompromi mana yang paling bisa kamu terima.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: otosia.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top