MANADO — Organisasi wartawan di Sulawesi Utara memastikan diri tidak akan menjadi corong pemerintah. Sikap ini ditegaskan Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh saat bertemu Gubernur Yulius Selvanus Komaling dalam audiensi yang berlangsung di Wisma Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Rabu (26/08/2026).
“PWI Sulut siap bersinergi dan mendukung program-program pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. Namun, pers tetap menjalankan tugasnya secara profesional sesuai dengan fungsi dan kode etik jurnalistik,” ujar Sintya.
Menurut Sintya, dukungan itu merupakan wujud tanggung jawab bersama agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai arah serta capaian pembangunan di daerah.
Di hadapan pengurus PWI, Gubernur YSK menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan tidak alergi terhadap kritik yang disampaikan media, karena dinilai penting sebagai bahan evaluasi pemerintah.
“Tidak ada yang sempurna. Maka siap koreksi,” ujar Gubernur Yulius.
Ia berharap kritik dan informasi yang disampaikan media selalu dibarengi fakta agar bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pemberitaan mengenai kekurangan pemerintah justru berguna untuk memperbaiki program dan pelayanan publik.
Di akhir pertemuan, YSK menaruh harapan besar agar kolaborasi antara Pemprov Sulut dan PWI dapat terus terjalin. Ia menilai hubungan yang harmonis namun kritis antara eksekutif dan pers adalah kunci pembangunan yang sehat.
“Pemberitaan mengenai kekurangan pemerintah dapat menjadi bahan untuk evaluasi,” jelas Gubernur.
Audiensi ini menjadi sinyal awal hubungan kerja antara kepemimpinan baru PWI Sulut di bawah Sintya Bojoh dengan Gubernur Yulius Selvanus Komaling. Keduanya sepakat menjaga sinergi demi kelancaran arus informasi pembangunan bagi warga Sulawesi Utara.