Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menempatkan pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama dalam mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan. Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak boleh berbanding terbalik dengan kesejahteraan petani. Target jangka panjangnya adalah memperkuat swasembada pangan dan mengubah citra pertanian menjadi sektor modern yang menguntungkan bagi generasi muda.
MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memastikan pembangunan pertanian menjadi agenda prioritas pemerintahan daerah. Targetnya bukan sekadar menaikkan angka produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani meningkat secara nyata.
"Jangan sampai produksi meningkat, tetapi petani tetap miskin. Jangan sampai lahan kita luas, tetapi pangan masih bergantung dari luar daerah," kata Yulius di Manado, Minggu.
Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya pemerintah memetakan program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Utara. Sektor pertanian dinilai memiliki peran krusial dalam mengendalikan inflasi dan menekan angka kemiskinan di daerah.
Target Swasembada Pangan dan Komoditas Unggulan
Yulius menegaskan bahwa agenda besar yang diusung bersama Wakil Gubernur Victor J Mailangkaty adalah mewujudkan swasembada pangan. Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.
"Kita harus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan komoditas unggulan daerah," ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memutus ketergantungan pasokan pangan dari luar Sulawesi Utara. Dengan begitu, harga pangan di pasar tradisional di Manado dan kabupaten/kota lainnya bisa lebih stabil.
Dukungan Nyata: dari Benih Hingga Kepastian Pasar
Untuk mencapai target tersebut, Gubernur menekankan bahwa dukungan kepada petani harus bersifat konkret dan berkelanjutan. Bantuan tersebut mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari ketersediaan benih dan pupuk, perbaikan irigasi, hingga mekanisasi pertanian.
Pemerintah daerah juga akan memfasilitasi akses pembiayaan bagi petani serta menjamin kepastian pasar untuk hasil panen. Menurut Yulius, hilirisasi dan akses pasar yang baik akan memberikan nilai tambah yang kembali dinikmati langsung oleh petani.
"Kita harus memiliki cara pandang baru bahwa pertanian bukan hanya urusan produksi pangan," tegasnya.
Dorong Pertanian Modern Berbasis Teknologi
Yulius mengajak para pemangku kepentingan untuk berani mengadopsi teknologi dalam pengelolaan pertanian. Menurutnya, pertanian masa depan harus berbasis data, inovasi, dan digitalisasi agar biaya produksi bisa ditekan dan produktivitas meningkat.
"Teknologi yang tepat, biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas dapat ditingkatkan," jelas Gubernur.
Transformasi digital ini juga diharapkan mampu mengubah paradigma generasi muda yang selama ini menganggap pertanian sebagai pekerjaan masa lalu.
Lebih lanjut, Gubernur menyebut pertanian adalah fondasi ketahanan pangan daerah, penggerak ekonomi masyarakat, penyedia lapangan kerja, serta instrumen pengendalian inflasi. Sektor ini pula yang akan menentukan masa depan generasi Sulawesi Utara.