SULAWESI UTARA — General Manager Pelindo Regional 4 Makassar menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Camat Tallo, yang kemudian diteruskan kepada Lurah Buloa. Acara penyerahan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Makassar yang mewakili Wali Kota Makassar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan adanya tambahan armada operasional ini, aparatur Kelurahan Buloa diharapkan dapat menjalankan tugas pelayanan publik dengan lebih efektif, cepat, dan responsif. Sarana transportasi yang memadai menjadi kunci agar pelayanan di tingkat kelurahan bisa menjangkau warga secara optimal.
Dukungan untuk Lingkungan dan Pelayanan Publik
Bantuan motor roda tiga ini tidak hanya sekadar penunjang operasional pemerintahan. Lebih dari itu, kendaraan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang berfokus pada keberlanjutan. Pemilihan motor roda tiga dinilai lebih efisien dan memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kami berharap bantuan motor ini dapat menunjang efektivitas pelayanan kelurahan kepada masyarakat. Semoga fasilitas ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Buloa,” tegas Iwan Sjarifuddin, General Manager Pelindo Regional 4 Makassar.
Bagi Kelurahan Buloa, kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi warga. Kesadaran untuk beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan perlahan mulai ditanamkan, dimulai dari lingkungan pemerintahan terdekat.
Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Program bantuan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pelindo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program TJSL yang bermanfaat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dengan dukungan sarana yang memadai, aparatur kelurahan diharapkan bisa lebih cepat merespons kebutuhan warga, mulai dari layanan administrasi hingga penanganan masalah di lapangan. Langkah ini menjadi salah satu upaya memperkuat pelayanan publik dari tingkat yang paling bawah.