Pencarian

Sekda Sulut: AI di Dunia Pendidikan Bukan Pengganti Guru, tapi Akselerator Belajar Mandiri

Rabu, 15 Juli 2026 • 16:57:31 WIB
Sekda Sulut: AI di Dunia Pendidikan Bukan Pengganti Guru, tapi Akselerator Belajar Mandiri
Sekda Sulut Tahlis Gallang menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai akselerator belajar mandiri, bukan pengganti peran guru di dunia pendidikan.

Tahlis Gallang menyebut kehadiran AI tidak boleh dipandang sebagai alat yang membatasi ruang gerak siswa. Sebaliknya, teknologi ini justru menjadi alat akselerasi yang memungkinkan siswa belajar mandiri dengan cara yang lebih terarah.

"AI hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, melainkan menjadi alat akselerasi untuk melipatgandakan ruang belajar mandiri secara presisi," ujar Tahlis di hadapan ratusan peserta.

Mesin Pelontar Daya Saing bagi UMKM Lokal

Tak hanya di sektor pendidikan, Sekda Sulut juga menyoroti dampak AI bagi dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, teknologi ini bisa menjadi mesin pelontar daya saing bagi pelaku usaha lokal.

"Pelaku usaha lokal kini bisa memangkas jarak pemasaran, mengoptimalkan produksi, dan bersiap menembus pasar regional Asia tanpa harus memiliki modal raksasa," kata Tahlis menambahkan.

Etika dan Kearifan Lokal Tetap Jadi Pegangan

Meski mendorong pemanfaatan AI secara masif, Sekda Sulut mengingatkan pentingnya penggunaan yang positif, etis, dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara manusialah yang menentukan arah penggunaannya.

"AI hanyalah alat, manusia penentunya. Jangan sampai teknologi canggih ini justru menggerus nilai kemanusiaan, kejujuran, dan kearifan lokal. Sebaliknya, gunakan AI untuk memperkuat karakter dan produktivitas kita," tegasnya.

Target: Melompat Maju ke Kancah Asia

Tahlis berharap para siswa SMA/SMK se-Sulut yang hadir dalam acara tersebut dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Ia mendorong mereka untuk terus belajar dan beradaptasi agar tidak sekadar bertahan, tetapi bisa menjadi pemimpin perubahan.

"Dengan tekad untuk terus belajar dan beradaptasi, kita tidak hanya akan bertahan, bahkan kita bisa melompat maju menjadi para pemimpin perubahan dan pemain kunci di kancah Asia," ujar Tahlis.

Acara Dihadiri Staf Khusus Presiden hingga Pakar Teknologi

AI Ignition Program Sulawesi Utara 2026 turut dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala, Project Manager Satu Tampa Nastiti Woro Hapsari, serta perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan pakar teknologi dan akademisi untuk memberikan wawasan langsung kepada peserta.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks