MANADO — Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Utara belum juga mereda. Area Manager Communication, Relations & CSR Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan pihaknya telah meningkatkan pelayanan dan monitoring di lapangan.
Penyebab Antrean: Daya Tarik Biosolar Subsidi
Sales Branch Manager I Fuel Sulutgo, Mohammad Agung Afrizal, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama antrean adalah pergeseran preferensi konsumen. “Konsumen lebih memilih mengisi BBM subsidi biosolar, karena selisih harga yang cukup tinggi. Ini salah satu penyebab antrian panjang,” ujarnya.
Langkah Pertamina: Petugas Marshal hingga Koordinasi dengan Polsek
Untuk mengurai kepadatan, Pertamina menurunkan petugas marshal di SPBU yang mengalami peningkatan aktivitas. “Kami menurunkan petugas marshal di seluruh SPBU yang ada peningkatan aktifitas penyaluran, untuk dapat mengatur antrian,” papar Lilik Hardiyanto, Sabtu (18/7/2026).
Pertamina juga mewajibkan SPBU untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. “Hubungi Polsek setempat untuk membantu pengawasan penyaluran,” imbuh Agung.
Distribusi dari Bitung Dipastikan Sesuai Jadwal
Dari sisi hulu, Pertamina memastikan distribusi BBM dari Depot Bitung berjalan sesuai jadwal. Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan. “Kami terus monitoring, jika ada SPBU yang stok kritis terus lakukan pemantauan dan mengatasinya,” tegas Lilik.
Stok di SPBU Titik Strategis Sudah Tersedia Sejak Pagi
Agung menjelaskan bahwa upaya pengoptimalan telah dilakukan agar stok biosolar sudah tersedia saat SPBU mulai beroperasi. “Seperti di SPBU Sario, Malalayang, Kairagi. Saat SPBU buka sudah ada stok, tidak perlu menunggu lagi pengiriman dari terminal,” ujarnya.
SOP Penyaluran: Verifikasi Nomor Polisi dan QR Code
Pertamina juga memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyaluran berjalan ketat. Operator diwajibkan mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan QR Code. “Sehingga penyaluran ini dapat terekam dan dipertanggungjawabkan,” jelas Agung.
Meski terjadi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa stok BBM di Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan secara rutin.