SULAWESI UTARA — Wolves menang dramatis di Bramall Lane lewat gol menit akhir Raul Jimenez. Tiga pemain yang masuk dari bangku cadangan — Kieran Trippier, Tommy Doyle, dan Jimenez — jadi penentu. Tapi fondasi kemenangan itu sudah dibangun Peixoto sejak starting XI diturunkan.
Manajer Sheffield United, Chris Wilder, mengakui kualitas skuad Wolves. Sepulang laga, ia menyebut tim tamu punya kedalaman sekaligus kualitas melimpah. Keduanya benar. Di laga itu, kedalaman yang membuat perbedaan.
Lopez Turun, Munetsi Naik: Pola yang Bikin Bek Lawan Pusing
Peixoto memakai tiga gelandang serang di belakang striker, dengan dua gelandang tengah di belakangnya. Di sinilah kunci permainan Wolves. Fer Lopez, 22 tahun, mengisi pos tengah dari trio itu. Rodrigo Gomes di sisi luarnya.
Yang bikin repot: Lopez sering turun dalam, bahkan sampai mengambil bola dari bek Wolves. Tim lain mungkin memakai kelebihan pemain ini untuk menambah jumlah di lini tengah. Peixoto tidak. Ia justru punya gelandang yang menusuk ke depan seperti penyerang.
Marshall Munetsi melakukan itu berulang kali. Begitu Lopez mundur, Munetsi melesat ke ruang kosong di belakang pertahanan. Ia tersedia untuk umpan terobosan, sekaligus ikut bermain rapat dengan Mane, Lopez, dan striker. Bek kiri Hugo Bueno ikut naik menambah opsi.
Di laga melawan Sheffield United, Japhet Tanganga dan Mark McGuinness harus ekstra waspada mencegah Munetsi merepotkan sisi mereka di back three Wilder. Mereka berhasil. Wolves pun mencari jalan lain.
Gol Pertama Musim Ini Lahir dari Run Khas Munetsi
Run khas Munetsi menghasilkan gol Championship pertamanya musim ini. Meski saat itu Blackburn Rovers memberi ruang begitu longgar di Molineux, sehingga gol tersebut bisa disalahartikan sebagai keputusan oportunistik ketimbang taktik terencana.
Andre dan Munetsi sudah bermain bersama 25 kali di Premier League. Melihat nasib Wolves musim lalu, itu bukan otomatis kabar baik. Kini keduanya jadi pilihan utama di tim yang diharapkan menang — ujian baru yang sejauh ini mereka lewati dengan baik.
Duo ini memberi dorongan menyerang dari jantung tim. Andre dan Munetsi tampil solid sebagai partner di lini tengah, sementara Lopez dan Rodrigo Gomes terus mengumpulkan kontribusi gol dan assist. Sebelum lawatan ke South Yorkshire, Lopez rata-rata mencetak gol atau assist per laga.
Jordan James Siap Bersaing dengan Munetsi
Peixoto menyebut Jordan James, gelandang pinjaman dari Rennes, sebagai pesaing serius Munetsi. Bukan persaingan negatif, justru sebaliknya. Manajer asal Portugal itu melihat James sebagai opsi yang menambah ketajaman lini tengah Wolves.
Pekan ini, fokus Peixoto tertuju ke laga Carabao Cup melawan Everton, Rabu. Tapi bagi fans Wolves di belakang gawang tempat Jimenez mencetak gol kemenangan di Bramall Lane, kemenangan itu lebih dari sekadar naik kembali di klasemen Championship.
Tujuh hari setelah menang di Sheffield, Molineux akan menjamu derby Black Country melawan West Bromwich Albion. Satu poin berubah jadi tiga bukan lagi target utama. Para suporter sudah mengarahkan pandangan ke hari Minggu yang berbeda.