Pencarian

Pelindo Resmi Operasikan Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, Target Tambah 2 Derek Raksasa Akhir 2026

Minggu, 02 Agustus 2026 • 14:10:01 WIB
Pelindo Resmi Operasikan Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, Target Tambah 2 Derek Raksasa Akhir 2026
Kapal MV Meratus Konawe melakukan sandar perdana di Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, menandai uji coba operasional terminal tersebut.

SULAWESI UTARA — Uji coba operasional ditandai dengan sandar perdana kapal MV Meratus Konawe di terminal tersebut. Momen ini sekaligus menjadi bukti kesiapan fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia dalam melayani aktivitas bongkar muat secara aman dan efisien.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan, pengoperasian terminal ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari transformasi bisnis perusahaan. "Kami ingin menghadirkan layanan yang semakin produktif dan terintegrasi melalui pemanfaatan aset idle sehingga mampu mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Kapasitas dan Spesifikasi Terminal

Terminal yang berlokasi di pelabuhan terbesar di Indonesia ini mengelola dermaga sepanjang 517,5 meter dengan lebar 20,8 meter. Dari total panjang tersebut, baru 200 meter yang siap dioperasikan dengan kedalaman desain minus 12 meter LWS, mampu menampung kapal hingga 30.000 DWT.

Untuk area penumpukan, terminal memiliki lahan seluas sekitar 98.700 meter persegi dengan kapasitas tampung mencapai 8.425 TEUs. Pada tahap awal, Pelindo menyiagakan satu unit Quay Container Crane (QCC), empat unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), satu unit Reach Stacker, lima Head Truck beserta chassis, serta sekitar 70 personel operasional.

Pelindo tidak berhenti di situ. Perusahaan menargetkan penambahan dua unit QCC yang dijadwalkan mulai beroperasi pada triwulan IV 2026 untuk meningkatkan kapasitas terminal secara signifikan.

Dukungan Regulator dan Skema Koridor Baru

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto menyambut positif langkah ini. Ia mengingatkan agar operasional terminal tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk melengkapi tata kelola dan persyaratan administrasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

"Sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional," kata Heru.

Di sisi lain, pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari konsep Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP). Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menjelaskan, melalui konsep ini perseroan menargetkan pembentukan hingga 20 koridor pelayaran baru secara bertahap bersama perusahaan pelayaran, pemilik barang, regulator, hingga pemilik depo peti kemas.

"Koridor tersebut akan memperkuat skema pelabuhan hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan, serta mendukung penurunan biaya logistik nasional. Pada tahap awal kami menargetkan terbentuk tujuh koridor pada semester IV 2026," jelas Farid.

Rangkaian soft launching turut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Achmad menambahkan, keberhasilan pengoperasian terminal ini tidak lepas dari dukungan kementerian, regulator, mitra usaha, asosiasi, dan pelanggan. "Sinergi yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing," tutupnya.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sudutpandang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks