SULAWESI UTARA — Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengambil keputusan kontroversial dengan mencabut aturan kepemilikan stasiun TV lokal yang dikenal sebagai "39 percent rule". Aturan ini selama ini membatasi satu perusahaan media untuk menjangkau maksimal 39 persen total audiens televisi di Amerika Serikat. Dengan pencabutan ini, persetujuan kepemilikan stasiun TV akan dievaluasi per kasus, bukan lagi berdasarkan batasan nasional yang ketat.
Keputusan yang diambil melalui voting 2-1 pada Kamis (6/8) waktu setempat ini secara langsung mengubah Section 303 dari Communications Act. Dua komisioner yang menyetujui berasal dari kubu Republik, sementara satu suara penolakan datang dari Komisioner Anna M. Gomez yang mewakili Partai Demokrat.
Mengapa Aturan 39 Persen Penting?
Aturan 39 persen awalnya dirancang untuk mencegah konsolidasi berlebihan di industri penyiaran. Tujuannya sederhana: membatasi kekuatan satu perusahaan media agar tidak mendominasi opini publik dan pasar iklan. Aturan ini lahir dari RUU alokasi anggaran tahun 2004 yang dinegosiasikan oleh mantan Pemimpin Mayoritas DPR AS, Tom DeLay.
Kedua perusahaan yang paling diuntungkan dari kebijakan ini adalah Nexstar Media Group dan Sinclair Broadcast Group. Keduanya saat ini masing-masing telah melayani sekitar 39 persen rumah tangga TV di AS, tepat di ambang batas maksimal yang diizinkan.
Sinclair Sudah Leb terlebih Dulu Diuntungkan
Menariknya, Sinclair telah lebih dulu merasakan "kemurahan hati" FCC. Perusahaan ini mendapat keringanan khusus (waiver) untuk merger dengan sesama penyiar lokal, Tegna. Jika merger ini tuntas, akan tercipta raksasa baru dengan 260 stasiun yang menjangkau 80 persen wilayah Amerika Serikat. Namun, merger tersebut masih terganjal gugatan antimonopoli yang diajukan oleh jaksa agung sejumlah negara bagian dan DirecTV.
Chris Ripley, CEO Sinclair Broadcast Group, menyambut baik langkah FCC ini. "Kami yakin FCC berada di landasan hukum yang solid dalam hal kewenangan mereka untuk mengubah aturan ini dan alasan di balik perubahannya," ujarnya dalam panggilan pendapatan perusahaan sebelum voting dilakukan. "Mandat FCC adalah melakukan deregulasi seiring waktu."
Klaim "Menyelamatkan" Stasiun Lokal yang Dipertanyakan
Ketua FCC Brendan Carr membingkai keputusan ini sebagai upaya menyelamatkan stasiun TV lokal dari kejatuhan. Ia memperingatkan bahwa tanpa tindakan, stasiun lokal akan bernasib seperti koran cetak yang ditinggalkan pembaca.
"Sudah waktunya memulihkan keseimbangan gelombang siaran," kata Carr, yang sebelumnya sempat mengancam akan mencabut lisensi siaran stasiun yang menayangkan konten yang dianggap tidak mendukung pemerintahan Trump. "Mencabut batas nasional akan memberikan keringanan penting bagi penyiar lokal dengan memulihkan keseimbangan terhadap pengaruh programer nasional yang semakin besar."
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini akan menghentikan "transmisi program nasional yang tidak terdiferensiasi yang diproduksi di Hollywood dan New York."
Penolakan dan Ancaman Gugatan Hukum
Anna M. Gomez, satu-satunya komisioner yang menolak, menegaskan bahwa keputusan ini justru menguntungkan perusahaan besar, bukan penyiar lokal sejati. "Kelompok stasiun besar yang diposisikan untuk tumbuh lebih besar lagi berdasarkan keputusan ini bukanlah penyiar lokal. Mereka adalah perusahaan nasional yang memiliki stasiun lokal dan semakin menentukan apa yang ditayangkan di stasiun-stasiun tersebut," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia juga mengkritik bahwa menghapus batas kepemilikan tidak membebaskan penyiar lokal dari tekanan ekonomi—hanya mengubah siapa yang menekan mereka. "Mengganti tekanan dari Big Tech dengan tekanan dari Big Media tidak melakukan apa pun untuk melindungi komunitas yang dirancang untuk dilayani oleh aturan ini," cuit Gomez di Twitter.
Keputusan ini diperkirakan akan berhadapan dengan gugatan pengadilan. Pasalnya, Section 10 dari Communications Act secara eksplisit melarang FCC mengubah aturan di sekitar Section 303. Dengan kata lain, perubahan semacam ini seharusnya menjadi wewenang Kongres, bukan keputusan komite tiga orang.
Tom DeLay, negosiator di balik aturan 39 persen, baru-baru ini menulis opini yang menegaskan bahwa "badan regulasi tidak boleh menentang atau memodifikasi hukum yang dibuat oleh Kongres." Namun, pertanyaan tentang legalitas tampaknya tidak menjadi hambatan berarti di tengah dinamika politik saat ini.
Bagi pengamat industri, keputusan ini adalah pukulan telak bagi keberagaman kepemilikan media lokal. Dampaknya terhadap kualitas konten lokal dan keberagaman suara di AS baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika merger Sinclair-Tegna akhirnya disetujui penuh.