SULAWESI UTARA — Kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam, kini memasuki tahap penyelidikan forensik. Puslabfor Bareskrim Polri dikerahkan untuk mengungkap sumber api, sementara petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan dan penyisiran di lantai atas gedung untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa.
Tim Forensik Menunggu Area Aman Sebelum Olah TKP
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, kehadiran Puslabfor merupakan langkah standar untuk memastikan penyebab kebakaran secara ilmiah. “Dengan hadirnya Puslabfor Bareskrim Polri untuk menentukan penyebab dari asal api, di mana titik api,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
Meski demikian, tim forensik belum bisa masuk ke dalam gedung. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, proses penyisiran oleh petugas pemadam kebakaran masih berlangsung di lantai atas. “Tim Puslabfor masih menunggu hasil atau selesainya penyisiran dari Damkar. Jadi nanti, masih ada satu tim Damkar yang di atas, masih melakukan penyisiran,” ujarnya di lokasi kebakaran.
“Nanti kalau sudah dinyatakan aman untuk polisi masuk dan melakukan olah TKP oleh Labfor Polri, baru kita akan masuk untuk mencari sumber atau sebab dari kebakaran tersebut,” tambah Roby.
Api Padam Setelah Lima Jam, Petugas Fokus Cegah Penyalaan Kembali
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih lima jam hingga api berhasil dikendalikan. Pada Sabtu pagi, pantauan di lokasi menunjukkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan overhaul dan penyisiran untuk mendeteksi sisa hawa panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Jadi situasi pagi hari ini proses pendinginan. Jadi kita lakukan overhaul, penyisiran titik-titik hawa panas yang masih ada, jangan sampai terlewat nanti timbul penyalaan kembali,” ujar Karnawan, Perwira Piket Damkar Jakarta Pusat.
Korban Sesak Napas Masih Dirawat, Polisi Pantau Kondisi Kesehatan
Di tengah proses investigasi, pihak kepolisian turut memantau kondisi korban yang mengalami dampak langsung dari insiden ini. Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, terdapat sejumlah korban yang masih menjalani perawatan medis akibat sesak napas saat berada di lokasi kebakaran. “Kita juga mendoakan bersama para korban dalam kondisi sekarang masih dalam perawatan, khususnya bagi yang masih sesak napas. Ini keterangan dari dokter karena kondisi berada di lokasi kejadian,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian materiil maupun jumlah pasti seluruh korban. Hasil olah TKP oleh Puslabfor diharapkan menjadi dasar penetapan penyebab kebakaran, termasuk apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lainnya.