KOTAMOBAGU — Insiden maut terjadi di ajang balap liar drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026). Sebuah mobil yang melaju kencang dilaporkan oleng, keluar dari lintasan, dan menghantam warga yang sedang menonton di sekitar lokasi.
Data sementara yang dihimpun dari dua fasilitas kesehatan di Kota Kotamobagu menunjukkan korban jiwa dievakuasi ke RS Monompia dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu di Pobundayan.
Korban Tewas di RSUD Kotamobagu
Humas RSUD Kotamobagu, Desak Putu Indrawati, mengonfirmasi pihaknya menerima empat jenazah pascainsiden tersebut. “Untuk korban meninggal dunia yang masuk dan terdata di RSUD Kotamobagu sebanyak empat orang,” ujar Desak, Minggu (9/8/2026).
Keempat korban yang ditangani RSUD Kotamobagu adalah Januni Pusung (35), perempuan, warga Desa Bilalang Baru; Ali Ponamaon (65), laki-laki, warga Desa Pontodon; Bio Mokoagow (74), perempuan, warga Desa Bilalang III; serta Lisma Mokoginta (38), perempuan, warga Bilalang III.
“Data yang kami sampaikan merupakan korban yang tercatat dan ditangani di RSUD Kotamobagu,” kata Desak.
Dua Korban Lainnya di RS Monompia
Berdasarkan pembaruan data yang diterima dari RS Monompia, dua korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Mereka adalah Harianti Mokoginta, warga Bilalang III Utara, dan Nilawati Mokodongan, warga Pontodon Induk.
Nilawati sebelumnya tercatat dalam data awal sebagai korban luka berat. Namun, berdasarkan pembaruan data yang diterima, status korban kemudian tercatat meninggal dunia.
Bagaimana Insiden Terjadi?
Peristiwa nahas ini bermula ketika sebuah mobil peserta drag race kehilangan kendali saat melaju di lintasan. Kendaraan tersebut kemudian keluar dari jalur dan langsung menghantam sejumlah warga yang berada di sekitar area balap.
Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Data mengenai korban luka masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh pihak terkait.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Kronologi lengkap serta faktor yang membuat kendaraan kehilangan kendali masih menunggu keterangan resmi dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.