Pencarian

Daniela Vanessa Wowor, Wisudawan Terbaik FH Unsrat dengan IPK 4,00 yang Kini Pimpin ALSA Asia

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:05:31 WIB
Daniela Vanessa Wowor, Wisudawan Terbaik FH Unsrat dengan IPK 4,00 yang Kini Pimpin ALSA Asia
Daniela Vanessa Wowor, wisudawan terbaik Fakultas Hukum Unsrat dengan IPK 4,00, resmi menyandang gelar sarjana.

MANADO — Toga yang dikenakan Daniela Vanessa Wowor pada prosesi wisuda Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bukan sekadar penanda akhir masa kuliah. Di balik IPK 4,00 dan gelar lulusan terbaik Fakultas Hukum itu, tersimpan rekam jejak panjang yang membentang dari panggung seni hingga panggung debat hukum internasional.

Di usia belianya, Tata—sapaan akrabnya—telah mengukir nama di kancah Asia. Ia dipercaya menjadi Presiden ALSA (Asian Law Students' Association) untuk periode 2025, sebuah organisasi yang mewadahi mahasiswa hukum dari berbagai negara di Asia. Kepercayaan itu diraihnya melalui proses seleksi ketat, dan kini ia bersiap menuju Korea Selatan untuk menghadiri serah terima jabatan resmi.

Dari Panggung Vokal hingga Debat Hukum Mahkamah Agung

Perjalanan Tata tidak dimulai di bangku kuliah. Sang ayah, Patrick Wowor, mengenang putrinya sebagai anak yang sejak kecil memiliki rasa ingin tahu tinggi dan berani mencoba banyak hal. Di bangku sekolah dasar, Tata sudah menorehkan prestasi lewat lomba vokal grup Piala Gubernur. Saat duduk di SMP Don Bosco Manado, ia membawa pulang medali perak Festival Choir di Singapura.

Kemampuan tampil di depan publik itu terus terasah. Ketika bersekolah di SMA Kristen Manado, Tata dipercaya menjadi Ketua OSIS. Pengalaman memimpin itu menjadi bekal penting saat ia memilih Fakultas Hukum Unsrat sebagai jenjang pendidikan tinggi.

Di dunia hukum, Tata menemukan arena yang sesuai dengan karakternya: debat. Ia tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga menguji kemampuan berpikir kritisnya di berbagai kompetisi. Puncaknya, ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Debat Hukum Piala Mahkamah Agung RI. Namanya beberapa kali dipercaya membawa nama FH Unsrat ke ajang kompetisi di Pulau Jawa hingga luar negeri.

Akar Keluarga: Semangat Perjuangan dan Sentuhan Seni

Patrick Wowor melihat nilai keluarga yang membentuk karakter putrinya. Semangat pantang menyerah diwarisi dari sang opa, Ben Wowor, yang dikenal sebagai saksi sekaligus penulis utama sejarah perjuangan dalam Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Sulawesi Utara. Sementara sisi seni Tata tumbuh dari keluarga sang mama, Penatua Dr. Grace J. Waleleng, M.Si.

Musik menjadi bagian lain dari dirinya. Gitar, piano, keyboard, hingga biola pernah disentuhnya. Di satu sisi ada hukum dan argumentasi, di sisi lain ada seni dan kepemimpinan. Semua berpadu menjadi perjalanan seorang anak muda yang terus mencoba menemukan ruang terbaik untuk berkembang.

Pengalaman internasional Tata juga diperkaya melalui program pertukaran pelajar selama satu semester di Durham University, Inggris. Kesempatan itu mempertemukannya dengan lingkungan pendidikan dan pergaulan global, membentuk cara pandangnya terhadap dunia.

Bagi Tata, kampus bukan sekadar tempat mencari gelar. Ia memanfaatkannya sebagai ruang untuk membuka pintu menuju pengalaman baru dan menguji kemampuan diri di lingkungan yang lebih luas. Kini, dengan toga yang telah dilepas, babak baru menanti: memimpin jejaring mahasiswa hukum se-Asia dan melanjutkan pengabdian di panggung internasional.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tajuk.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks