SULAWESI UTARA — Kepindahan Diomande ke Santiago Bernabeu menuntaskan salah satu saga transfer terpanas musim panas ini. Pemain berusia 20 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2033, dengan nilai tambahan 15 juta euro dalam bentuk bonus potensial. Ia didatangkan untuk mengisi sektor kanan serangan Los Blancos yang ditinggalkan Rodrygo akibat cedera ACL.
Lonjakan Karier 17 Bulan: Dari Leganes ke Panggung Terbesar Eropa
Perjalanan Diomande dalam 17 bulan terakhir sulit ditandingi pemain seusianya. Ia memulai debut profesional bersama Leganes, kemudian dijual ke RB Leipzig seharga 20 juta euro, tampil di Piala Afrika, dan menyabet gelar Rookie of the Season Bundesliga. Leipzig kini menuai keuntungan enam kali lipat dari investasi awal mereka.
Penampilannya di Piala Dunia 2026 menjadi panggung perkenalan bagi publik global. Diomande tampil sebagai Man of the Match saat mengalahkan Ekuador dan mengirim assist untuk gol pembuka Pantai Gading kontra Curacao. Hasil itu membawa negaranya lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah.
Kata Eason: "Dia Pemain Paling Berbakat yang Pernah Saya Latih"
Todd Eason, yang menjabat Director of Soccer di DME Academy Florida dari 2021 hingga 2024, mengenal Diomande sejak pemain itu tiba di Amerika Serikat pada usia 15 tahun. Ia menyaksikan langsung perkembangan pesat pemain muda tersebut dari jarak dekat.
"Dari semua pemain terbaik yang pernah saya latih, Diomande jelas yang tertinggi levelnya. Saya belum pernah punya kesempatan melihat pemain sekaliber ini, apalagi bekerja sama dengannya. Dia sudah berada di level sangat tinggi saat datang kepada kami, dan itu benar-benar menyenangkan," ujar Eason dalam wawancara eksklusif dengan FourFourTwo.
Eason menambahkan, "Dia mungkin pemain paling berbakat yang pernah bekerja dengan saya, dan saya masih belum yakin kita sudah melihat semua kemampuan yang dia miliki. Akan menjadi hal yang menakutkan ketika dia mencapai puncak performanya."
Dari Jalan Kaki 100 Kilometer ke Akademi hingga Ditolak Klub MLS
Kisah Diomande dimulai ketika ia berusia sembilan tahun, meninggalkan rumah untuk menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer demi bergabung dengan Académie Inter Foot Sud Comoé. Di sana, ia untuk pertama kalinya bermain menggunakan sepatu khusus sepak bola. Enam tahun kemudian, ia terbang sendirian ke Florida untuk bergabung dengan DME Academy di Daytona Beach.
Meski sempat kesulitan beradaptasi dengan bahasa dan rasa rindu rumah, Diomande tampil menonjol. Ia membawa DME dan tim afiliasinya, AS Frenzi, meraih gelar United Premier Soccer League 2023 sekaligus mengamankan Sepatu Emas dan gelar MVP playoff. Namun, kontrak profesional tak kunjung datang—Orlando City dan sejumlah klub Eropa melewatkannya.
Setelah visa pelajarnya habis, Diomande kembali ke Abidjan sebelum akhirnya bergabung dengan tim cadangan Leganes di kasta kelima Spanyol. Debut tim utama melawan Real Madrid pada 29 Maret 2025 menjadi titik balik. Kini, ia diprediksi menggeser Brahim Díaz, Bernardo Silva, Arda Güler, dan Endrick untuk mengisi pos starter di sisi kanan serangan Real Madrid.
Target Eason: "Dia Seperti Spons yang Terus Menyerap Ilmu"
Eason, yang kini menjabat General Manager Miami FC di USL Championship, menilai Diomande memiliki mentalitas belajar yang langka. Ia meyakini pemain muda itu akan terus berkembang di lingkungan yang menuntut standar tertinggi seperti Real Madrid.
"Dia seperti spons yang terus belajar lebih banyak tentang permainan dan menempatkan dirinya dalam situasi yang membuatnya sukses. Sulit untuk mengatakan di mana batas kemampuannya, tapi dia akan berada di tim yang menuntut batas itu," pungkas Eason.