Pencarian

Skema Trade In Motor Bensin ke Molinas: Prabowo Jamin Cukup "Tambah Dikit", Bunga dan DP Juga Dipangkas

Senin, 17 Agustus 2026 • 03:26:01 WIB
Skema Trade In Motor Bensin ke Molinas: Prabowo Jamin Cukup
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan gagasan skema penukaran motor bensin ke motor listrik saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8).

SULAWESI UTARAPresiden Prabowo Subianto memastikan pemilik sepeda motor konvensional tidak perlu khawatir tertinggal dalam transisi ke kendaraan listrik. Gagasan yang dilontarkan saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional di fasilitas PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8) itu menegaskan bahwa skema penukaran unit lama akan segera diformulasikan.

"Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah," ujar Prabowo di hadapan para pemangku kepentingan industri.

Meski mekanisme detail seperti nilai tukar tambah, syarat kepesertaan, dan jadwal pelaksanaan belum dirinci, arah kebijakan ini jelas: menekan hambatan finansial yang selama ini menjadi tembok terbesar adopsi motor listrik di Indonesia.

Populasi 140 Juta Unit Jadi Modal Besar Elektrifikasi

Data yang disampaikan CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menunjukkan besarnya potensi pasar yang belum tergarap. Dari total populasi sepeda motor yang mencapai sekitar 140 juta unit, penjualan tahunan berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit. Namun, serapan motor listrik dari angka tersebut masih sangat kecil.

Angka itu sekaligus menjadi alasan pemerintah menekan skema pembiayaan. Rosan menyebut tengah mengupayakan mekanisme pembelian tanpa uang muka alias DP 0 persen untuk menggenjot volume penjualan.

Klaim Hemat 50-70 Persen Biaya Operasional Harian

Dasar lain dari dorongan elektrifikasi ini adalah efisiensi biaya yang signifikan. Prabowo mencontohkan kebijakan di Beijing, China, yang menerapkan carbon tax dan melarang motor bensin masuk, sebagai arah masa depan transportasi.

"Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," klaimnya.

Efisiensi itu berasal dari biaya pengisian daya yang jauh lebih murah dibandingkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) harian.

Molinas Bukan Sekadar Peluncuran Satu Merek

Penting untuk dipahami, Molinas yang diresmikan bukanlah peluncuran model tunggal. Ekosistem ini dirancang sebagai payung besar industri yang mencakup manufaktur, komponen dan baterai, infrastruktur charging serta battery swapping, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator yang mengorkestrasi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, hilirisasi industri menguat, kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri meningkat, serta lapangan kerja baru terbuka bagi UMKM dan koperasi.

"Pada saat yang sama, pengembangan motor listrik akan diarahkan untuk mendukung ketahanan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM dan peningkatan pemanfaatan energi listrik," pungkas Prasetyo.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks