SULAWESI UTARA — Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Pontianak, sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan. Dari bandara, rombongan bergerak menuju Posko Penanganan Karhutla dengan pengawalan empat motor trail.
Kedatangan Presiden disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tampak mendampingi di baris kedua kendaraan taktis Maung yang ditumpangi Presiden.
Dalam rapat tersebut, Prabowo tidak membuka dengan sambutan formal. Ia langsung meminta laporan situasi terkini dari pihak yang berkompeten di lapangan.
"Baik terima kasih saudara-saudara sekalian. Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya, presentasi tentang situasi?" kata Prabowo.
Paparan BNPB soal Pemantauan 24 Jam Terakhir
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo kemudian menyampaikan presentasi mengenai situasi karhutla di Kalimantan Barat. Paparan tersebut disusun berdasarkan pemantauan hotspot selama 24 jam terakhir.
Data pemantauan satelit itu menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah penanganan, termasuk mobilisasi sumber daya di lapangan. Kehadiran langsung Presiden di posko menandakan perhatian khusus terhadap persoalan karhutla yang kerap memicu kabut asap lintas batas.
Rombongan Terbatas dan Fokus pada Kerja Lapangan
Kedatangan Prabowo kali ini terkesan efisien. Setibanya di lokasi, ia langsung menaiki kendaraan taktis Maung dan duduk di kursi depan di samping pengemudi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terlihat mendampingi di baris kedua.
Pengawalan empat motor trail menjadi satu-satunya iring-iringan yang terlihat, tanpa parade kendaraan besar. Pola ini berbeda dengan kunjungan presiden sebelumnya yang biasanya melibatkan rombongan lebih luas.
Agenda selanjutnya setelah rapat tertutup adalah peninjauan lokasi yang menjadi titik prioritas penanganan. Belum ada keterangan resmi mengenai durasi kunjungan dan target luas lahan yang akan ditinjau.
Koordinasi TNI-Polri dan BNPB di Lapangan
Hadirnya Panglima TNI dan Kapolri dalam rombongan menunjukkan penanganan karhutla melibatkan operasi gabungan. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang ikut menjemput menegaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci percepatan pemadaman.
Sebelumnya, pemerintah telah memperingatkan potensi karhutla akibat musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari tahun lalu. Titik rawan tersebar di sejumlah kabupaten dengan lahan gambut dalam.
Masyarakat di sekitar lokasi karhutla diimbau waspada terhadap dampak asap. Sementara itu, operasi udara untuk water bombing dan modifikasi cuaca disebut-sebut dalam koordinasi awal, meski belum ada konfirmasi jumlah sortie dari pihak TNI AU.