Pencarian

Trump Sebut FBI Selidiki Peretasan Binance Rp114,17 Triliun, Changpeng Zhao Jamin Dana Pengguna Aman

Minggu, 01 November 2026 • 07:47:01 WIB
Trump Sebut FBI Selidiki Peretasan Binance Rp114,17 Triliun, Changpeng Zhao Jamin Dana Pengguna Aman
Presiden AS Donald Trump menyatakan FBI tengah menyelidiki dugaan peretasan bursa kripto Binance.

WASHINGTON — Penyidikan atas insiden keamanan siber terbesar yang menimpa bursa kripto global kini melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Trump menegaskan pihaknya masih menelusuri siapa aktor di balik pembobolan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok peretas tertentu.

"Kami belum tahu pasti. Kami sedang mencermatinya, kasus peretasan pada Binance itu… Itu memang peretasan," ujar Trump saat menanggapi pertanyaan wartawan.

Pernyataan itu muncul setelah Binance secara internal mengusut aktivitas penarikan dana tanpa izin yang terjadi di platformnya. Taksiran awal perusahaan menyebut aset kripto yang terdampak bernilai sekitar 6,3 miliar dolar AS.

Changpeng Zhao Konfirmasi Serangan, Dana Pengguna Diklaim Aman

Pendiri Binance Changpeng Zhao pada Kamis malam (29/10) mengonfirmasi bahwa platformnya menjadi target serangan siber. Ia menegaskan dana milik pengguna tidak ikut terdampak.

Manajemen bursa menyatakan proses pemulihan sistem berjalan sesuai rencana. Akses layanan penarikan dana bagi pengguna ditargetkan kembali beroperasi normal dalam 45 jam.

Sejumlah pengamat keamanan siber menduga aksi tersebut berkaitan dengan kelompok peretas yang selama ini menyasar bursa aset digital. Trump sendiri belum memastikan arah dugaan itu.

Trump: Transaksi Aset Digital Lebih Berisiko daripada Cek Tunai

Menurut Trump, perdagangan dan transaksi aset digital selalu menyimpan risiko tinggi dibandingkan sistem keuangan konvensional. Ia membandingkannya dengan transaksi menggunakan cek tunai yang dinilainya lebih terkendali.

Pandangan itu memberi sinyal bahwa Gedung Putih akan menempatkan isu keamanan siber bursa kripto sebagai bagian dari pengawasan sektor keuangan digital. Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal langkah regulasi lanjutan.

Bagi pengguna di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa penyimpanan aset kripto di bursa terpusat tetap menyimpan risiko operasional. Otoritas jasa keuangan dalam negeri sebelumnya berulang kali meminta penyedia layanan aset kripto memperkuat sistem keamanan dan transparansi pengelolaan dana nasabah.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks