MANADO — Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah kecamatan Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas berbeda. Kepulauan Marore mencatat guncangan terkuat pada IV MMI, level yang membuat orang banyak di dalam rumah merasakannya pada siang hari.
Kendahe, Nusa Tabukan, dan Kota Tahuna berada di skala III MMI. Warga di tiga wilayah itu merasakan getaran nyata di dalam rumah, serupa truk yang melintas. Sementara Kota Melonguane hanya merasakan II MMI, dengan benda ringan yang digantung bergoyang.
Analisis BMKG: Gempa Dangkal akibat Subduksi
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memaparkan hasil analisis lembaganya. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,56° LU dan 125,30° BT.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," kata Wijayanto dalam laman BMKG.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bergerak geser naik atau oblique thrust fault. Karakter pergerakan itu lazim ditemui pada zona pertemuan lempeng di kawasan timur Indonesia.
Tidak Ada Gempa Susulan hingga Pukul 07.10 WIB
Monitoring BMKG hingga pukul 07.10 WIB tidak mendeteksi aktivitas gempa susulan. Meski begitu, BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
Wijayanto meminta warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," ujarnya.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga Saat Gempa Susulan
Kepulauan Sangihe berada di wilayah rawan gempa karena posisinya dekat zona subduksi lempeng. Warga yang merasakan guncangan disarankan segera keluar rumah dan menjauh dari bangunan tinggi atau kaca.
BMKG menyebut hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Informasi resmi soal gempa susulan hanya bersumber dari kanal BMKG, bukan pesan berantai yang beredar di grup percakapan.