MANADO — Pertemuan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00 WITA itu dihadiri Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol F. Raimond Ukoli, Dansat Brimob, Kakesbang Provinsi Sulut, Kasi Intel Korem 131/Santiago, serta anggota DPRD Bolmong Ardi Mokodeo. Turut hadir para tokoh masyarakat, pemuda, agama, dan perwakilan warga kedua desa.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Steidy Raranta menyatakan perjanjian damai tersebut menjadi komitmen bersama untuk mengakhiri pertikaian dan membangun kembali hubungan harmonis antarkedua desa.
"Perjanjian damai tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif," ujarnya di Manado, Kamis.
Senjata Rakitan dan Sajam Diserahkan dalam Sepekan
Salah satu poin kesepakatan yang paling konkret adalah pengumpulan senjata rakitan dan senjata tajam dalam waktu satu minggu ke depan. Senjata-senjata itu akan diserahkan kepada pemerintah desa masing-masing.
Kedua pihak juga sepakat mengakhiri pertikaian dan tidak mengungkit kembali konflik yang telah terjadi. Warga berkomitmen mewujudkan kehidupan damai dan tidak mengulangi keributan.
Apabila terdapat oknum yang melakukan pelanggaran hukum, penanganannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Pemerintah kedua desa bertanggung jawab mengorganisir para pelaku perkelahian, sementara warga yang kembali membuat keributan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
CCTV hingga Lampu Penerangan di Wilayah Perbatasan
Pemerintah daerah akan meningkatkan pengamanan dengan memasang CCTV di wilayah perbatasan kedua desa. Penambahan lampu penerangan juga disepakati untuk menutup ruang terjadinya konflik susulan.
Kesepakatan lain mencakup penghentian penjualan dan peredaran minuman keras, serta penertiban knalpot racing yang selama ini dikeluhkan warga. Kedua desa juga saling memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
Polisi dan TNI Diminta Jaga Stabilitas Pascakonflik
Kombes Pol Steidy menegaskan pihaknya mengajak seluruh masyarakat menghormati dan melaksanakan isi kesepakatan yang telah dibuat. Ia menyebut penyelesaian persoalan harus melalui jalur yang tepat, bukan kekerasan.
"Yang paling utama adalah menjaga perdamaian ini secara bersama-sama, jangan ada lagi tindakan yang dapat memicu konflik. Apabila terjadi persoalan, mari diselesaikan melalui jalur yang tepat dan tidak dengan kekerasan," tegasnya.
Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat akan terus melakukan pengamanan serta pemantauan untuk memastikan situasi pascakonflik tetap aman. Rangkaian pertemuan dan penandatanganan kesepakatan damai berlangsung tertib dengan pengamanan dari personel gabungan Polres Bolmong, Polsek Dumoga, dan Brimob.