BITUNG — Perlombaan Scout Innovation Gathering Madrasah (SIGMA) ke-1 Kota Bitung tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) berlangsung meriah. Namun, sejumlah peserta mengaku kecewa karena panitia pelaksana dinilai tidak konsisten menjalankan aturan yang sudah disepakati bersama.
Kejanggalan paling menyolok terjadi di perlombaan semaphore dance, yang memadukan gerakan sandi bendera dengan kreativitas kepanduan pramuka. Salah satu kontingen disebut menyentuh tanah, tetapi tidak ada diskualifikasi atau pengurangan poin.
Aturan Technical Meeting Dinilai Tidak Dijalankan
Sumber resmi yang ditemui di lokasi menyebut aturan soal semaphore sudah dibahas dalam technical meeting. Ketentuan itu mengatur sanksi bagi peserta yang melanggar.
"Padahal sudah dibahas dalam technical meeting, semaphore tidak boleh menyentuh tanah. Kalaupun tidak sengaja jatuh minus poin. Nah, jika sengaja ditaruh/dilempar maka di diskualifikasi," kata sumber tersebut, Kamis (24/09/2026) siang.
Sumber itu menegaskan tidak mempersoalkan siapa yang menjadi juara dalam perlombaan tersebut. Persoalan yang disorot adalah sikap panitia yang dinilai tidak konsisten menjalankan aturan.
"Yang juara 1 lomba semaphore memang penampilan mereka sangat bagus. Hanya saja, sikap panitia menjalankan aturan yang sudah disepakati bersama tak baik," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Kritik Dijawab dengan Nada Sinis
Peserta juga menyoroti respons oknum panitia saat menerima kritik. Menurut sumber tersebut, kritik tidak dijawab dengan substansi, melainkan dengan nada sinis.
"Saat kami kritik tidak menjawab dengan substansi, tapi hanya dengan nada sinis. Kami harap kejadian ini menjadi bahan evaluasi," tukasnya.
Kekecewaan ini muncul di tengah sambutan meriah terhadap perlombaan yang baru pertama kali digelar di Kota Bitung. Peserta berharap kejadian serupa tidak terulang pada penyelenggaraan berikutnya.
Panitia Bantah Menabrak Aturan
Salah satu panitia SIGMA ke-1 Kota Bitung, Apris Jafar, membantah pihaknya menabrak aturan yang sudah disepakati. Ia menyatakan persoalan itu sudah dijelaskan di forum.
"Saya rasa permasalahan ini sudah selesai. Kami (panitia) sudah jelaskan di forum. Apalagi yang ingin diklarifikasi," kata Apris saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara soal evaluasi aturan semaphore dance. Peserta berharap panitia meninjau kembali mekanisme penilaian sebelum kegiatan serupa digelar lagi.