Pemprov Sulut Jadi Daerah Pertama di Indonesia yang Lindungi Tokoh Seni dan Budaya Lewat BPJS Ketenagakerjaan, Ini Manfaat yang Didapat

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:42:01 WIB
Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling meresmikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi tokoh seni dan budaya.

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para tokoh seni dan kebudayaan. Langkah ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling di Manado, pekan lalu.

Apa Saja Manfaat yang Diterima Pelaku Seni?

Setiap peserta program BPJS Ketenagakerjaan dari kalangan seniman dan budayawan mendapatkan dua jenis perlindungan utama. Pertama, santunan kematian sebesar Rp42 juta yang cair paling lambat tiga hari kerja jika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Kedua, santunan 48 kali upah yang dilaporkan jika terjadi kecelakaan kerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara, dr. Maulana Anshari Siregar, menyebut nilai manfaat ini setara dengan tabungan Rp16.800 per bulan selama lebih dari 208 tahun. "Ini bukan hanya tentang kepesertaan, tetapi bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi para pelaku seni budaya," ujarnya.

Mengapa Sulut Jadi Pelopor?

Gubernur Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa para tokoh seni dan budaya merupakan aset daerah yang harus dijaga kesejahteraannya. "Kami ingin memastikan mereka bekerja dan berkarya dengan rasa aman, nyaman, dan lebih sejahtera," kata Yulius dalam sambutannya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif ini. Menurutnya, budaya adalah identitas bangsa dan negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada para penjaga peradaban. "Sulawesi Utara hari ini menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia," tegas Fadli.

Siapa Saja yang Mendapatkan Perlindungan?

Program ini menyasar para seniman, budayawan, pelaku adat, pekerja kreatif, dan tokoh budaya yang memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya daerah. Penyerahan kartu peserta dilakukan secara simbolis dalam seremoni yang penuh apresiasi.

dr. Maulana menambahkan bahwa perlindungan jaminan sosial kini menjadi kebutuhan penting bagi seluruh profesi, termasuk sektor seni dan budaya yang memiliki risiko dalam aktivitas pekerjaannya. "Ketika pekerja merasa terlindungi, maka produktivitas dan semangat berkarya juga akan meningkat," jelasnya.

Bagaimana Dampaknya bagi Seniman Lokal?

Dengan adanya program ini, para pelaku seni di Sulut tak lagi khawatir terhadap risiko sosial ekonomi yang bisa terjadi kapan saja. Mereka bisa fokus berkarya tanpa dibayangi biaya pengobatan atau kehilangan pendapatan akibat kecelakaan kerja. Pemerintah provinsi berkomitmen terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk insan seni dan budaya.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong daerah lain di Indonesia untuk mengikuti jejak Sulawesi Utara dalam memberikan perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama para penjaga warisan budaya bangsa.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: barometer.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top