SULAWESI UTARA — Fitur backup otomatis untuk dokumen lokal kini tersedia di Android, berkat pembaruan sistem yang memanfaatkan layanan Google Drive. Pengguna tak perlu lagi mengandalkan aplikasi pihak ketiga atau mengunggah file satu per satu secara manual. Cukup aktifkan sekali, seluruh dokumen di penyimpanan internal akan tersinkronisasi secara berkala ke cloud.
Kabar ini penting bagi pemilik HP Android di Indonesia, terutama yang sering kehilangan data saat reset perangkat atau berganti ponsel. Selama ini, backup dokumen kerap menjadi pekerjaan rumah yang melelahkan, apalagi jika file tersebar di banyak folder.
Pembaruan ini mengintegrasikan layanan backup langsung ke menu pengaturan sistem, bukan melalui aplikasi Google Drive terpisah. Sistem akan mendeteksi folder lokal yang berisi dokumen, lalu mengunggahnya secara otomatis ketika perangkat terhubung Wi-Fi.
Proses sinkronisasi berjalan di latar belakang tanpa intervensi pengguna. Jika ada file baru atau perubahan, sistem langsung memperbarui salinan di cloud. Ini berbeda dengan metode lama yang mengharuskan pengguna membuka aplikasi dan memilih file secara manual.
Langkah aktivasi hanya butuh beberapa menit. Berikut panduannya:
Setelah aktif, pengguna bisa memeriksa status backup melalui aplikasi Google Drive pada menu Storage. File yang sudah diunggah akan muncul dengan label "Backed up".
Fitur ini mengubah cara pengguna memperlakukan penyimpanan internal. Dokumen penting seperti KTP digital, kontrak kerja, atau file kantor kini punya salinan otomatis yang bisa diakses dari perangkat lain. Jika ponsel hilang atau rusak, data tetap aman selama akun Google masih bisa diakses.
Namun, perlu dicatat bahwa setiap akun Google Drive gratis hanya mendapat kuota 15 GB. Kuota ini dipakai bersama untuk email Gmail, foto, dan file lain. Pengguna dengan banyak dokumen atau file berukuran besar sebaiknya memantau penggunaan penyimpanan agar tidak penuh.
Untuk kebutuhan lebih besar, langganan Google One tersedia mulai 100 GB dengan biaya bulanan. Opsi ini relevan bagi pengguna yang menyimpan banyak arsip atau backup dari beberapa perangkat sekaligus.
Sebelumnya, pengguna harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga seperti Solid Explorer atau FolderSync untuk backup otomatis. Aplikasi tersebut memang berfungsi, tapi butuh konfigurasi rumit dan kadang berbayar. Fitur bawaan Android ini menghilangkan hambatan tersebut.
Keunggulan lain, backup berjalan langsung di sistem sehingga lebih hemat baterai dibanding aplikasi latar yang berjalan terus-menerus. Sinkronisasi juga lebih cepat karena terintegrasi dengan layanan Google yang sudah terpasang di semua perangkat Android.
Bagi pengguna yang selama ini mengandalkan backup manual ke komputer atau flashdisk, fitur ini menawarkan kemudahan tanpa perlu kabel atau perangkat tambahan. Selama ada koneksi internet, dokumen selalu tersinkronisasi.
Fitur ini diluncurkan secara bertahap melalui pembaruan Google Play Services, bukan pembaruan sistem operasi besar. Artinya, sebagian besar perangkat Android yang masih mendapat dukungan Google akan menerima fitur ini dalam beberapa pekan ke depan.
Pengguna bisa memeriksa ketersediaan dengan membuka Settings > Google > Backup. Jika opsi Documents belum muncul, coba perbarui Google Play Services melalui Play Store atau tunggu beberapa hari.
Fitur ini paling cocok untuk pengguna yang menyimpan dokumen penting di penyimpanan internal dan ingin perlindungan otomatis tanpa repot. Meski bukan pengganti backup penuh ke komputer, fitur ini menutup celah terbesar: kelalaian backup manual yang berujung kehilangan data.