Drag Race di Kotamobagu Berujung Petaka: 12 Penonton Terluka, Pembalap Tian Ngantung Dirawat Intensif di Manado

Penulis: Wisnu Wardana  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:02:02 WIB
Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan drag race di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026).

KOTAMOBAGU — Insiden kecelakaan mencoreng ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026). Pembalap Tian Ngantung kehilangan kendali dan menabrak kerumunan penonton. Akibatnya, belasan orang mengalami luka-luka.

Peristiwa itu langsung menjadi perhatian serius aparat kepolisian setempat. Kepala Satreskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah orang harus menjalani perawatan medis.

Pembalap Alami Luka Serius dan Dipindah ke Manado

Tian Ngantung, yang saat kejadian mengenakan jaket balap merah-putih-hitam, dilaporkan menderita luka serius. Ia sempat dilarikan ke RSU Monompia untuk mendapatkan penanganan awal.

Namun, situasi di rumah sakit itu dinilai kurang kondusif. Iptu Ahmad Waafi menjelaskan alasan pemindahan pembalap tersebut ke Manado.

"Karena di sana juga banyak keluarga korban, maka yang bersangkutan kita pindahkan," jelasnya kepada media, Senin (10/8/2026).

Kondisi Terkini Korban dan Pembalap Masih Dipantau

Hingga saat ini, kondisi Tian Ngantung masih dalam pemantauan ketat tim medis. Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi untuk memastikan para korban lainnya mendapatkan hak perawatan yang layak.

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan dalam setiap penyelenggaraan olahraga otomotif, khususnya drag race yang kerap mengundang penonton dalam jumlah besar.

Polres Kotamobagu memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan serta mengevaluasi prosedur keamanan di lokasi acara.

Media ini akan terus memperbarui informasi terkait kondisi para korban dan langkah hukum yang diambil pihak berwenang pasca-kejadian.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: infokini.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top