Lapas Manado Bekali WBP Keterampilan Produktif, Hasil Kerajinan Kayu hingga Karya Kreatif Jadi Bekal Usai Bebas

Penulis: Wisnu Wardana  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:04:31 WIB
Warga binaan Lapas Manado menunjukkan hasil karya kerajinan kayu dalam program pembinaan kemandirian.

MANADO — Lapas Manado terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program pembinaan kemandirian yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama masa pidana, tetapi juga menjadi fondasi bagi WBP untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas nanti.

Kalapas Manado, Krisman Ziliwu, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan upaya strategis untuk membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat. Menurutnya, proses ini mengajarkan lebih dari sekadar teknik kerja, tetapi juga nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

"Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, WBP mendapatkan bekal yang bermanfaat. Melalui pembinaan kemandirian, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan bagaimana menghasilkan sesuatu yang bernilai," ujar Krisman.

Produk Karya WBP: Bukti Kreativitas yang Bernilai Ekonomi

Sejauh ini, program pembinaan telah menghasilkan beragam produk keterampilan karya WBP. Mulai dari kerajinan tangan, produk berbahan kayu, hingga berbagai hasil karya kreatif lainnya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bahwa WBP mampu menghasilkan karya yang berkualitas apabila diberikan kesempatan, pendampingan, serta pembinaan yang berkelanjutan. Hasil karya ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki daya saing yang lebih baik di pasaran.

Membangun Kepercayaan Diri dan Masa Depan yang Lebih Baik

Krisman menambahkan, dengan adanya pembinaan yang konsisten, produk keterampilan WBP dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi positif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka ketika nantinya kembali ke masyarakat. Program ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan.

Tujuan tersebut adalah membentuk WBP agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dan berperan secara aktif sebagai anggota masyarakat yang produktif.

"Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas berkomitmen untuk terus menciptakan berbagai inovasi dan peluang pengembangan keterampilan bagi WBP. Karya WBP, bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian," papar Krisman.

Melalui berbagai kegiatan pelatihan keterampilan, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan kerja sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan WBP agar mampu hidup mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pembinaan.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: detikmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top