Gereja di Lapas Manado Terbakar Sore Hari, Seluruh Warga Binaan Dipastikan Aman

Penulis: Yoga Permadi  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:31:02 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di lokasi kebakaran gereja di dalam Lapas Manado, Sulawesi Utara, sore ini.

Kebakaran melanda gereja di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado, Sulawesi Utara, pada sore hari. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, memastikan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

MANADO — Api dilaporkan muncul dari dalam gereja yang berada di kompleks Lapas Manado sekitar pukul 16.30 Wita. Kejadian ini pertama kali diketahui setelah seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) melapor ke regu pengamanan lapas.

Laporan itu langsung diteruskan ke Kepala Lapas Manado, kemudian diteruskan ke pemadam kebakaran. Butuh waktu sekitar 20 menit bagi kendaraan pemadam untuk tiba di lokasi dan mulai melakukan pendinginan.

Seluruh WBP dalam Kondisi Aman

Haposan menegaskan bahwa peristiwa kebakaran ini tidak berdampak pada keselamatan para narapidana maupun tahanan yang menghuni lapas tersebut. "Semua WBP dalam keadaan aman dan baik," katanya kepada awak media.

Meski api menghanguskan bagian dari bangunan gereja, proses evakuasi dan pengamanan internal berjalan tanpa kepanikan. Petugas langsung melakukan sterilisasi di area sekitar titik api untuk memastikan tidak ada perambatan ke blok hunian.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Polisi

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api dari dalam gereja belum dapat dipastikan. Haposan menyebutkan, proses investigasi lebih lanjut akan ditangani oleh aparat kepolisian untuk mendapatkan hasil yang akurat.

"Nanti ditangani oleh aparat kepolisian untuk mendapatkan hasilnya," ujarnya menambahkan.

Musim Kemarau, Lapas Gencar Beri Peringatan Dini

Menanggapi insiden ini, jajaran Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara mengaku telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Sosialisasi mengenai bahaya kebakaran gencar dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.

"Kita sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem, sudah dilakukan sosialisasi ke petugas ataupun ke WBP agar berhati-hati dengan api atau dengan penggunaan jaringan listrik agar tidak menyebabkan kebakaran," kata Haposan.

Pihak lapas mengimbau seluruh penghuni dan petugas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dan penggunaan api di area terbatas. Langkah ini dinilai krusial mengingat minimnya pasokan air pada musim kemarau yang kerap menyulitkan proses pemadaman.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top