Pencarian

Tragedi Drag Race di Kotamobagu Tewaskan Korban Jiwa, IMM Minta Penyelenggaraan Kegiatan Dievaluasi Total

Minggu, 09 Agustus 2026 • 23:23:31 WIB
Tragedi Drag Race di Kotamobagu Tewaskan Korban Jiwa, IMM Minta Penyelenggaraan Kegiatan Dievaluasi Total
Petugas mengevakuasi korban insiden maut ajang drag race di Kelurahan Upai, Kotamobagu, Minggu (9/8/2026).

KOTAMOBAGU — Duka mendalam menyelimuti jagat otomotif Tanah Totabuan pasca insiden maut di ajang drag race di Kelurahan Upai, Kotamobagu. Peristiwa yang merenggut nyawa dan meninggalkan sejumlah korban luka ini memantik reaksi keras dari kalangan mahasiswa, yang menilai penyelenggaraan acara serupa kerap mengabaikan protokol keselamatan dasar.

Ketua PC IMM Kotamobagu, Randa Iskandar Lahati, menegaskan bahwa tragedi ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan buah dari lemahnya manajemen risiko penyelenggara.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. PC IMM Kotamobagu menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang paling mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ujar Randa di Kotamobagu, Minggu (9/8/2026).

Keselamatan Penonton dan Pembalap Jauh dari Layak

Randa menyoroti bahwa ajang balap liar yang dikemas sebagai hiburan publik ini nyaris tidak memiliki pembatas keamanan yang memadai antara lintasan dengan area penonton. Menurutnya, antusiasme penonton yang tinggi justru menjadi bom waktu ketika pengamanan tidak dirancang dengan serius.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan publik. Jangan sampai hiburan dan antusiasme masyarakat justru berakhir dengan kehilangan nyawa,” tegasnya.

Ia menambahkan, olahraga otomotif seharusnya menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat. Namun, tanpa standar keamanan yang ketat, ruang kreativitas itu berubah menjadi arena maut.

Desakan Audit Penyelenggaraan dan Proses Hukum

PC IMM tidak hanya berhenti pada pernyataan belasungkawa. Organisasi kemahasiswaan ini secara eksplisit meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa tersebut.

“Proses hukum perlu dilakukan secara objektif dan tidak boleh mengabaikan hak-hak para korban maupun keluarga yang ditinggalkan,” ujar Randa.

Ia menekankan bahwa aspek komersial dan euforia sesaat tidak boleh mengalahkan nilai kemanusiaan. “Nyawa manusia tidak boleh dikorbankan atas nama hiburan, euforia maupun kepentingan komersial,” katanya.

Evaluasi Menyeluruh Agar Tak Terulang

Randa menggarisbawahi bahwa tragedi Upai harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk merumuskan regulasi yang lebih ketat terkait izin keramaian dan acara otomotif.

Ia meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Bolaang Mongondow Raya, dengan mendorong adanya langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan.

“Peristiwa ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat,” pungkasnya.

PC IMM Kotamobagu menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan mendesak adanya audit menyeluruh terhadap setiap izin keramaian yang diajukan ke depan, khususnya yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tajuk.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks