SULAWESI UTARA — BMKG merilis informasi awal gempa ini melalui kanal resminya dengan mengutamakan kecepatan distribusi data kepada publik. Dalam keterangan tertulisnya, lembaga tersebut menyebutkan lokasi episenter berada di laut, namun belum ada laporan resmi mengenai wilayah yang merasakan getaran atau dampak kerusakan akibat kejadian ini.
"Gempa Mag:4.6, 11-Aug-2026 08:12:46WIB, Lok:4.50LS, 102.60BT (35 km BaratDaya BENGKULUSELATAN), Kedlmn:38 Km," tulis BMKG dalam pengumuman resminya, Selasa (11/8/2026).
BMKG: Data Awal Masih Bisa Berubah
BMKG memberikan catatan penting terkait parameter gempa yang baru saja dirilis. Informasi yang disampaikan merupakan hasil pengolahan data cepat yang belum stabil dan berpotensi mengalami pembaruan seiring kelengkapan data yang masuk.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang setempat mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Masyarakat di pesisir barat Sumatra memang kerap diingatkan akan aktivitas seismik, namun untuk kejadian kali ini BMKG belum mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Kedalaman 38 Kilometer dan Lokasi Episenter
Berdasarkan data kegempaan, pusat gempa berada di kedalaman menengah, yakni 38 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman ini menjadi salah satu faktor yang menentukan tingkat guncangan yang dirasakan di permukaan.
Secara geografis, titik episenter terletak di koordinat 4,50 Lintang Selatan dan 102,60 Bujur Timur. Posisi ini berjarak sekitar 35 kilometer dari garis pantai Bengkulu Selatan, menjadikannya sebagai gempa dangkal yang perlu diwaspadai dampaknya.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa ini akan terus diperbarui oleh BMKG melalui kanal komunikasi resmi.