BOLTARA — Sebanyak 100 galon air minum dibagikan NU dan GP Ansor Bolaang Mongondow Utara kepada warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub. Wilayah itu kini mengalami kekeringan yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih harian.
Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang tengah berjuang menghadapi dampak musim kemarau. NU dan GP Ansor menegaskan bahwa kehadiran organisasi harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, bukan hanya dalam kegiatan kelembagaan.
Eksistensi Organisasi Harus Bermanfaat untuk Warga
Agung, perwakilan GP Ansor Boltara, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kondisi sulit yang dialami masyarakat. Ia menekankan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak cukup hanya terlihat dalam aktivitas internal.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan kerja nyata NU serta GP Ansor Bolmong Utara untuk hadir bersama masyarakat, khususnya warga yang saat ini terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air,” ujar Agung.
Menurutnya, organisasi harus mampu hadir di tengah warga yang membutuhkan. “Bagi kami, eksistensi organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan, kami berupaya hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.
PCNU Boltara: Tanggung Jawab Moral Ikut Membantu
Ketua PCNU Boltara, Supriadi Goma, menyebut bahwa persoalan sosial seperti kekeringan menjadi bagian dari tanggung jawab moral organisasi. NU tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga harus mengambil bagian dalam kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“NU hadir bukan hanya dalam kegiatan keagamaan dan organisasi, tetapi juga harus mampu hadir dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Ketika saudara-saudara kita mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan, maka sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk ikut membantu,” ujar Supriadi.
Ia menyadari bahwa 100 galon air belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga. Namun, bantuan ini diharapkan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk turut bergerak.
“Seratus galon air ini mungkin belum menjawab seluruh kebutuhan warga, tetapi ini adalah bentuk kepedulian. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dan mengetuk kepedulian pihak-pihak lainnya untuk turut membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.
Gotong Royong Kunci Hadapi Kekeringan
Supriadi menambahkan bahwa kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tidak bisa dihadapi sendiri oleh warga. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan elemen masyarakat lain diperlukan agar beban warga berkurang.
“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi persoalan ini sendiri. Gotong royong dan kepedulian sosial harus terus kita hidupkan,” tegasnya.
NU dan GP Ansor Boltara berharap kondisi kekeringan segera berakhir sehingga kebutuhan air bersih masyarakat kembali normal. Mereka mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan membantu warga yang membutuhkan serta berdoa agar situasi ini cepat pulih.