Pencarian

Ketua PWI Kotamobagu Konni Balamba Imbau Wartawan Pilih Organisasi Profesi Terverifikasi Dewan Pers

Minggu, 20 September 2026 • 05:17:01 WIB
Ketua PWI Kotamobagu Konni Balamba Imbau Wartawan Pilih Organisasi Profesi Terverifikasi Dewan Pers

KOTAMOBAGU — Konni Balamba, yang akrab disapa Kokon, menyampaikan hal itu sebagai bagian dari ajakan memperkuat kebersamaan dan profesionalisme insan pers di Kotamobagu. Ia membuka ruang bagi wartawan yang belum bergabung dalam organisasi profesi untuk masuk ke PWI Kotamobagu.

Menurut Kokon, PWI perlu dijadikan rumah bersama untuk belajar, bertumbuh, dan memperkuat solidaritas antarsesama wartawan. Ajakan itu bukan berarti wartawan wajib memilih PWI.

Empat Organisasi Profesi yang Terverifikasi di Website Dewan Pers

Kokon merujuk data di website Dewan Pers yang mencatat empat organisasi profesi wartawan: PWI, AJI, IJTI, dan Pewarta Foto Indonesia. Wartawan televisi, media cetak, media online, maupun pewarta foto dipersilakan memilih organisasi yang sesuai dengan bidangnya.

Ia juga menyebut keberadaan Persatuan Jurnalis Siber (PJS) yang sedang berproses mendapatkan pengakuan sesuai mekanisme yang berlaku di Dewan Pers.

"Jika melihat data di website Dewan Pers, ada 4 organisasi profesi wartawan yakni PWI, AJI, IJTI, dan Pewarta Foto Indonesia. Teman-teman wartawan televisi misalnya dapat memilih organisasi yang sesuai dengan bidangnya, begitu juga wartawan media cetak, online, maupun pewarta foto. Intinya, silakan memilih organisasi profesi yang sesuai," katanya.

Peran Organisasi Saat Wartawan Hadapi Sengketa Pemberitaan

Keberadaan organisasi profesi dinilai penting sebagai wadah pembinaan, peningkatan kompetensi, penguatan etika, hingga advokasi. Dalam praktik jurnalistik, seorang wartawan bisa menghadapi keberatan atau sengketa dari pihak tertentu terkait pemberitaan.

Pada kondisi itu, organisasi profesi dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku. Namun Kokon mengingatkan keanggotaan organisasi tidak otomatis menjamin perlindungan terhadap setiap tindakan wartawan.

"Keanggotaan organisasi tidak otomatis membuat setiap tindakan wartawan memperoleh perlindungan hukum. Perlindungan tetap berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik secara profesional dan sesuai Kode Etik Jurnalistik," tegasnya.

Bukan Sekadar Kartu Anggota

Bergabung dalam organisasi profesi seperti PWI, kata Kokon, bukan sekadar untuk memiliki kartu anggota. Keanggotaan merupakan bagian dari komitmen menjaga profesionalitas sekaligus marwah profesi jurnalistik.

Melalui organisasi, wartawan dapat memperoleh pembinaan etik, peningkatan kompetensi, penguatan jaringan dan solidaritas, serta advokasi ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas.

"Organisasi juga menjadi ruang untuk memastikan setiap anggota memahami dan menaati Kode Etik Jurnalistik serta menjalankan profesinya secara bertanggung jawab. Karena itu, kami mendorong wartawan untuk berorganisasi, terus meningkatkan kompetensi, dan bersama-sama menjaga kemerdekaan pers serta kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan," jelasnya.

Pesan Persatuan di Tengah Keberagaman Organisasi

Di tengah keberagaman organisasi profesi wartawan, Kokon meminta seluruh insan pers di Kotamobagu menjaga persatuan dan hubungan baik. Perbedaan organisasi tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah, saling menjatuhkan, ataupun membangun persaingan yang tidak sehat.

Ia berharap wartawan di Kotamobagu saling menghargai pilihan organisasi masing-masing dan tetap membangun solidaritas sebagai sesama pekerja pers.

"Silakan berbeda organisasi, karena setiap wartawan memiliki hak untuk menentukan wadah profesinya. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling menjatuhkan sesama profesi. Kita tetap sama-sama wartawan yang memiliki tanggung jawab menjaga profesionalisme, Kode Etik Jurnalistik, dan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Momentum pelantikan kepengurusan PWI Kotamobagu periode 2026–2029 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi. Kokon menyebut momen itu bisa menjadi titik awal memperkuat konsolidasi, meningkatkan kualitas dan kompetensi anggota, serta membangun hubungan harmonis dengan seluruh insan pers di Kotamobagu.

"PWI harus menjadi organisasi yang terbuka untuk belajar dan berkembang," katanya.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detotabuan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks