Pemprov Sulawesi Utara mendatangkan 2,4 ton cabai dari Probolinggo untuk menekan harga di pasar tradisional yang masih bertahan di atas Rp150 ribu per kilogram. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan, menegaskan fasilitasi pasokan dari luar daerah hanya intervensi jangka pendek, bukan pengganti produksi petani lokal. Penguatan produksi dalam daerah disiapkan sebagai langkah jangka menengah.
MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran terkait mendatangkan cabai dari Probolinggo sebanyak 2,4 ton untuk menekan harga di pasar tradisional. Langkah itu diambil setelah harga cabai di sejumlah pasar bertahan di atas Rp150 ribu per kilogram.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan, menyebut fasilitasi pasokan dari luar daerah sebagai intervensi jangka pendek. Menurut dia, kebijakan itu tidak dimaksudkan menggantikan produksi petani cabai lokal.
"Fasilitasi ini untuk mengatasi tekanan harga, bukan untuk menggantikan produksi petani cabai Sulawesi Utara," kata Jimmy di Manado.
Mengapa Pasokan dari Luar Daerah Jadi Pilihan?
Intervensi dilakukan ketika diperlukan, secara terukur, berdasarkan kondisi pasokan dan perkembangan harga di lapangan. Mendatangkan cabai dari luar daerah disebut sebagai implementasi strategi pengendalian inflasi melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Pemprov Sulut bersama tim pengendalian inflasi daerah akan terus memonitor harga, stok, distribusi, dan pasokan komoditas strategis. Kerja sama antardaerah juga akan diperkuat apabila diperlukan.
"Stabilisasi harga bukan sekadar memantau angka, tetapi memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar," ujar Jimmy.
Penguatan Produksi Lokal Disiapkan untuk Jangka Menengah
Dalam jangka menengah, pemerintah daerah menyiapkan penguatan produksi lokal, kontinuitas pasokan, distribusi antarkabupaten/kota, dan pemetaan kebutuhan pangan. Sejumlah langkah itu disebut untuk menjaga keberlanjutan usaha petani dan pedagang lokal.
"Prinsipnya adalah menjaga keseimbangan. Kita lindungi daya beli masyarakat, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga keberlanjutan usaha petani dan pedagang lokal," kata Jimmy.
Harga Cabai Masih Jadi Perhatian Tim Pengendali Inflasi
Harga cabai di pasar tradisional Sulawesi Utara masih menjadi perhatian karena berada di atas Rp150 ribu per kilogram. Pasokan 2,4 ton dari Probolinggo diharapkan menambah ketersediaan dan menekan lonjakan harga di tingkat pedagang.
Pemprov Sulut menegaskan pemantauan harga dan stok komoditas strategis akan berjalan terus. Jika tekanan harga berlanjut, kerja sama antardaerah menjadi opsi yang disiapkan.