Pencarian

Anak Pegawai Pertanian yang Gugur di Papua Dapat Beasiswa Rp 50 Juta

Selasa, 22 September 2026 • 10:18:01 WIB
Anak Pegawai Pertanian yang Gugur di Papua Dapat Beasiswa Rp 50 Juta
Menteri Pertanian menyerahkan beasiswa Rp 50 juta per anak kepada empat anak pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur saat bertugas.

SULAWESI UTARA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan beasiswa Rp 50 juta per anak kepada empat anak pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat bertugas. Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp 300 juta, termasuk santunan untuk anggota keluarga lain dan penempatan kerja di Bulog.

Kementerian Pertanian memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam insiden penembakan di Distrik Muliama. Beasiswa disalurkan langsung kepada empat anak korban, masing-masing senilai Rp 50 juta, sebagai jaminan agar mereka tetap bisa bersekolah.

Selain beasiswa pendidikan, Kementan menyerahkan bantuan kepada anggota keluarga korban lainnya. Nilai total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 300 juta. Penyerahan dilakukan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Pesan Mentan untuk Anak Korban

Amran meminta dana beasiswa itu tidak dipakai untuk keperluan lain. Ia berpesan agar bantuan disimpan sebagai tabungan pendidikan jangka panjang.

"Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp 50 juta," kata Amran saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.

Mentan juga berharap anak-anak yang ditinggalkan mampu menempuh pendidikan setinggi mungkin. Ia meminta mereka mendoakan orang tua yang gugur saat menjalankan tugas.

"Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas," ujar tokoh asal Sulawesi Selatan ini.

Tiga Anak Korban Direkrut Bulog

Kementan tidak hanya memberi bantuan tunai. Tiga anak dari pegawai yang gugur telah diterima bekerja di Perum Bulog. Langkah tersebut diambil untuk menjaga keberlanjutan hidup keluarga korban setelah kehilangan tulang punggung.

Amran menyerahkan penghargaan dan bantuan kepada keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan Papua Pegunungan yang tewas dalam tugas. Ia menyebut mereka pahlawan pangan yang gugur saat mengantarkan bahan pangan ke wilayah paling jauh dan terpinggir di Papua Pegunungan.

"Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Provinsi Jayawijaya, Papua Pegunungan," kata Amran.

Kronologi Insiden di Distrik Muliama

Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan saat ikut rombongan pengantar bantuan bagi warga di Distrik Muliama, Rabu pekan lalu. Aparat memastikan para korban adalah pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Jenazah mereka telah dievakuasi ke RSUD Wamena.

Amran berharap insiden serupa tidak terulang. Ia menekankan pemerintah melalui Kementan akan terus memperhatikan keluarga pegawai yang gugur saat menjalankan tugas.

Dukungan pendidikan dan penempatan kerja itu menjadi bentuk tanggung jawab negara terhadap pegawai yang kehilangan nyawa saat menyalurkan pangan ke daerah terpencil. Bagi keluarga korban, bantuan ini menjadi penyangga agar anak-anak mereka tetap punya akses sekolah dan masa depan yang lebih pasti.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks