GIIAS 2026: Harga Mobil Listrik Rp200 Jutaan Kini Standar Fast Charging, Target Penjualan Nasional Tembus 850 Ribu Unit

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:10:31 WIB
Pengunjung mengamati deretan mobil listrik berstandar fast charging di area pameran GIIAS 2026.

SULAWESI UTARA — Gelaran yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 ini tidak hanya menjadi etalase bagi lebih dari 60 merek global, tetapi juga panggung bagi perubahan strategi pabrikan. Jika tahun-tahun sebelumnya mobil listrik murah masih identik dengan pengisian lambat ala colokan rumah, maka di GIIAS tahun ini standarnya naik kelas. Data dari lantai pameran menunjukkan lebih dari 70 persen EV di kelas harga Rp200 jutaan mengadopsi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang lebih stabil dan tahan lama.

Mobil Listrik Rp200 Jutaan Kini Mampu Tempuh 400 Kilometer

Kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh perlahan terjawab. Rata-rata mobil listrik di rentang harga tersebut kini sanggup menempuh 300 hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Angka ini naik signifikan dibanding generasi awal city car listrik yang hanya berkutat di angka 200 kilometer.

Fitur pengisian cepat juga menjadi pembeda utama. Port DC kini menjadi kelengkapan standar, memungkinkan baterai terisi dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 30-35 menit. Wuling Aira EV menjadi salah satu yang mencuri perhatian di segmen ini dengan banderol mulai Rp155 juta, ditambah klaim garansi seumur hidup untuk komponen tertentu.

Merek Baru Ramaikan Pasar, Brio Listrik Jadi Primadona

GIIAS 2026 mencatatkan debut enam merek baru di Indonesia: BAW, Changan, iCAR, Leapmotor, Solarky, dan Zeekr. Mereka datang membawa teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) dan Plug-in Hybrid generasi baru yang diklaim lebih efisien. Dari kubu pabrikan Jepang, Honda memperkenalkan model yang dijuluki "Brio Listrik" secara resmi, menandai langkah pertama mereka memasarkan EV untuk konsumen umum di dalam negeri.

Toyota tak mau ketinggalan dengan memamerkan bZ4X Touring dan Land Cruiser 300 Hybrid. Partisipasi merek Tiongkok seperti BYD, Chery, dan Wuling juga semakin agresif, menandakan persaingan harga dan fitur di pasar roda empat nasional kian ketat.

Kinerja Semester I-2026 Jadi Modal Capai Target 850 Ribu Unit

Optimisme industri otomotif nasional tahun ini bukan tanpa dasar. Data dari Gaikindo menunjukkan produksi mobil pada semester I-2026 mencapai 619 ribu unit, tumbuh 11,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan wholesales tercatat 436 ribu unit, naik 15,9 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai angka tersebut masih berpeluang besar untuk bertambah. "Tingkat kepemilikan mobil di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara tetangga," ujarnya di sela-sela pembukaan pameran. Menperin meyakini momentum GIIAS akan mendorong angka penjualan melampaui proyeksi 850 ribu unit, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara.

Bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung, panitia menyediakan area test drive dan test ride dengan total lebih dari 200 unit kendaraan. Terdiri dari 180 unit roda empat dari 38 merek dan 20 unit sepeda motor dari 11 merek. Tiket masuk hari kerja dibanderol Rp50 ribu, sementara akhir pekan Rp100 ribu jika dibeli melalui aplikasi Auto360.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: industry.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top