SULAWESI UTARA — Aturan tersebut dikirim langsung ke atlet pelatnas dalam beberapa pekan terakhir. Pebulu tangkis ganda campuran Amri Syahnawi membenarkan hal ini saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/6).
"Ya selalu diperingatkan ya, terus juga terakhir berapa minggu lalu gitu, dikirim aturan baru ya, maksudnya dari BWF ke kami, buat ya untuk dipelajari lagi, karena banyak banget dan memang harus kami teliti lah, harus hati-hati," kata Amri.
Amri menjelaskan materi aturan integritas itu diberikan dalam format dokumen digital berupa PDF. Para pemain diminta membaca dan memahami secara mandiri. Setelah itu, pelatih akan memberikan arahan lanjutan agar regulasi tersebut benar-benar dipahami.
"Iya itu dijelaskan kok, dijelaskan terus juga selalu diingatkan dari pelatih hari-hari juga, terus dikasih PDF gitu kan kita disuruh pelajari. Nanti ada arahan lagi dari pelatih diingatkan terus setiap hari, setiap datang sama pelatih," ungkap Amri.
Hal senada disampaikan Nita Violina Marwah. Menurutnya, sosialisasi aturan ini berjalan berjenjang dari pengurus PBSI ke pelatih, lalu diteruskan ke atlet.
"Jadi mungkin kami diingatkan dari pelatih, mungkin pengurus lewat pelatih, jadi pelatih ke atletnya gitu sih," tutur Nita.
Pengiriman dokumen ini bukan tanpa sebab. BWF saat ini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan atlet-atlet Indonesia. Beberapa nama disebut-sebut terseret dalam praktik pengaturan pertandingan di turnamen level tertentu.
Meski belum ada pengumuman resmi terkait siapa saja yang diperiksa, langkah preventif dari BWF ini menjadi sinyal bahwa kasus tersebut dianggap serius. Para atlet diminta lebih waspada terhadap segala bentuk bujukan atau iming-iming yang mengarah pada manipulasi hasil pertandingan.
Aturan integritas BWF sendiri mencakup larangan bertaruh, larangan menerima suap, serta kewajiban melaporkan segala bentuk pendekatan mencurigakan dari pihak luar. Pelanggaran atas aturan ini bisa berujung pada sanksi berat, mulai dari larangan bermain hingga larangan seumur hidup.
Hingga berita ini diturunkan, PBSI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan BWF. Namun, pengiriman dokumen aturan ini menjadi bukti bahwa para atlet Indonesia kini berada dalam pengawasan ketat federasi dunia.